JAKARTA – Setiap tanggal 4 Februari dunia memperingati Hari Kanker Sedunia sebagai momen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit kanker. Di Indonesia peringatan ini semakin relevan karena angka kasus baru terus bertambah dari tahun ke tahun.
- 1. Diperingati Setiap Tanggal 4 Februari secara Global
- 2. Digagas oleh Union for International Cancer Control (UICC) Sejak Tahun 2000
- 3. Selalu Mengusung Tema Kampanye yang Mengajak Aksi Nyata
- 4. Kanker Tetap Menjadi Salah Satu Penyebab Kematian Terbesar di Dunia dan di Indonesia
- 5. Fokus Utama Selalu pada Pencegahan dan Deteksi Dini
Berikut adalah lima fakta utama yang ringkas dan mudah dipahami, disusun agar praktis untuk dibaca dan dibagikan:
1. Diperingati Setiap Tanggal 4 Februari secara Global
Hari Kanker Sedunia diperingati setiap tahun pada tanggal yang sama, yaitu 4 Februari. Tujuannya adalah mengajak semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, hingga individu biasa, untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran tentang pencegahan, deteksi dini, pengobatan yang tepat, serta perawatan bagi penyintas kanker.
2. Digagas oleh Union for International Cancer Control (UICC) Sejak Tahun 2000
Peringatan ini pertama kali dicetuskan oleh Union for International Cancer Control (UICC) pada tahun 2000 dan sejak itu mendapat dukungan penuh dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta ratusan organisasi kesehatan di berbagai negara. Hari ini menjadi salah satu kampanye kesehatan global terbesar yang berfokus pada isu kanker.
3. Selalu Mengusung Tema Kampanye yang Mengajak Aksi Nyata
Setiap periode tertentu Hari Kanker Sedunia mengangkat tema khusus. Untuk tahun 2025–2027 tema yang diusung adalah “United by Unique” atau “Bersatu karena Keunikan”. Tema ini ingin menegaskan bahwa pengalaman setiap orang yang menghadapi kanker sangat pribadi dan berbeda-beda sehingga perawatan dan dukungan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan, nilai, serta cerita hidup masing-masing individu.
4. Kanker Tetap Menjadi Salah Satu Penyebab Kematian Terbesar di Dunia dan di Indonesia
Secara global kanker termasuk penyebab utama kematian. Di Indonesia data Globocan 2022 mencatat lebih dari 408 ribu kasus baru dan sekitar 242 ribu kematian akibat kanker dalam setahun. Kementerian Kesehatan RI juga menyebutkan angka kasus baru mencapai sekitar 400 ribu per tahun dengan tingkat kematian sekitar 240 ribu jiwa. Banyak kasus ditemukan sudah pada stadium lanjut padahal sebagian besar jenis kanker sebenarnya bisa dicegah atau ditangani lebih baik jika terdeteksi lebih awal.
5. Fokus Utama Selalu pada Pencegahan dan Deteksi Dini
Hari Kanker Sedunia terus menggarisbawahi dua hal paling penting yaitu pencegahan dan deteksi dini. Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti tidak merokok, membatasi alkohol, menjaga pola makan bergizi, rutin bergerak aktif, serta melindungi kulit dari sinar matahari berlebih. Sementara deteksi dini dilakukan melalui pemeriksaan rutin seperti SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis), IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) untuk serviks, serta tes lain sesuai usia dan risiko. Kementerian Kesehatan RI telah menyusun Rencana Aksi Nasional Kanker 2024–2034 untuk memperluas akses skrining dan pengobatan. Tanpa langkah pencegahan yang konsisten proyeksi menunjukkan beban kanker di Indonesia berpotensi naik lebih dari 70 persen pada tahun 2050.
Hari Kanker Sedunia bukan hanya peringatan tahunan melainkan pengingat bahwa setiap orang memiliki peran dalam mengurangi angka kanker, baik dengan menjaga kesehatan diri sendiri, mendukung orang terdekat yang sedang berjuang, maupun menyebarkan informasi yang benar.
Dengan kesadaran dan tindakan nyata sejak dini beban penyakit ini bisa ditekan secara signifikan. Mari mulai dari hal kecil yang bisa dilakukan hari ini dengan periksa kesehatan secara rutin dan ajak orang-orang terdekat untuk melakukan hal yang sama.
