JAKARTA – Kepala Bidang DVI Rodokpol Pusdokkes Mabes Polri Kombes Ahmad Fauzi mengungkapkan bahwa enam korban kebakaran Glodok Plaza, Jakarta Barat, diduga berprofesi sebagai kru penerbangan. Hal ini berdasarkan informasi yang diterima dari pihak keluarga korban.
“Diduga ada enam, dari laporan keluarga, kita tanya korban pekerjaan apa, sebagian keluarga menyatakan korban bekerja di maskapai ini, maskapai ini,” ujar Ahmad Fauzi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (20/1).
Meskipun begitu, Ahmad Fauzi belum mengungkapkan identitas para korban. Ia menjelaskan, pihaknya telah mengajukan surat ke Balai Kesehatan Penerbangan untuk meminta rekam medis para korban yang diduga kru penerbangan.
“Kemudian kita telusuri, kalau kru pesawat, pilot, pramugari, pramugara atau teknisi, biasanya memiliki data rekam medis di Balai Kesehatan Penerbangan,” jelasnya.
Ahmad juga menyebutkan surat tersebut baru dikirimkan pada hari yang sama, sehingga masih menunggu balasan dari pihak terkait.
Rekam medis dari Balai Kesehatan Penerbangan diharapkan dapat melengkapi data untuk proses identifikasi korban.
“Seperti contoh, misalnya, korban yang terindikasi adalah bagian dari kru pesawat, kita tahu kru pesawat itu kan punya data rekam medis yang cukup baik di Balai Kesehatan Penerbangan,” kata Ahmad.
Pihak RS Polri, lanjutnya, tengah berupaya maksimal untuk mengidentifikasi jenazah korban kebakaran tersebut. Proses pencocokan data DNA, baik antemortem maupun postmortem, dilakukan untuk memastikan identitas para korban.
“Jadi nanti sampai kita maksimal melakukan pemeriksaan, kemudian sampel DNA sudah keluar, baik antemortem dan postmortem itu langsung kita lakukan rekonsiliasi, kita adakan pencocokan. Apakah dari data AM (antemortem) dan PM (postmortem) yang kita dapatkan itu apakah ada yang cocok, nanti seperti biasa, sudah cocok akan kita umumkan,” jelas Ahmad Fauzi.
Sejumlah keluarga korban telah mendatangi RS Polri untuk menyerahkan data antemortem. Salah satunya adalah Edi Sunarsono (68), ayah dari Osima Yukari (30), yang bekerja sebagai pramugari.
Edi berharap anaknya dapat ditemukan dalam kondisi selamat. Ia optimistis dan berharap jika anaknya hanya mengalami luka ringan dan dirawat di salah satu rumah sakit.
“Harapan saya, kalau ada mukjizat, monggo lah, siapa tahu, ini ketelingsud ya, ketelingsud. Maksudnya ketelingsud iki apakah dia ada luka ringan atau di mana, tempat dirawat di mana,” ungkap Edi saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkari Polri, Jakarta Timur, Jumat (17/1).