JAKARTA – Es kopi susu gula aren menjadi minuman favorit banyak orang karena rasanya yang manis dan segar. Minuman ini kerap dikonsumsi setiap hari, terutama oleh masyarakat urban dan anak muda. Namun, di balik popularitasnya, konsumsi es kopi susu gula aren secara berlebihan menyimpan sejumlah risiko kesehatan yang perlu diwaspadai.
Berikut tujuh dampak buruk minum es kopi susu gula aren terlalu sering:
1. Memicu Kenaikan Berat Badan
Es kopi susu gula aren tergolong tinggi kalori karena mengandung susu dan gula aren. Dokter Felicia Siswanto menyebutkan, satu gelas es kopi susu tanpa tambahan gula saja mengandung sekitar 150–180 kalori.
Jika ditambahkan 3–4 sendok makan gula aren, kalorinya bertambah sekitar 192 kalori. Artinya, total kalori dalam satu gelas es kopi susu gula aren bisa mencapai sekitar 370 kalori. Untuk membakar kalori tersebut, dibutuhkan aktivitas fisik seperti jalan cepat atau jogging sejauh kurang lebih 5 kilometer. Jika tidak diimbangi olahraga, konsumsi rutin berisiko menyebabkan kenaikan berat badan, terlebih bila masih ditambah krimer.
2. Mempercepat Proses Penuaan Kulit
Kandungan gula yang tinggi dapat memicu proses glycation, yaitu ikatan molekul gula dengan protein dan lemak dalam tubuh. Proses ini berpotensi merusak kolagen dan elastin pada kulit.
Jika terjadi terus-menerus, glycation dapat mempercepat penuaan dini yang ditandai dengan munculnya kerutan, lingkar hitam di bawah mata, kulit kendur, hingga kulit kering.
3. Mengganggu Kerja Hormon Insulin
Asupan gula berlebih dapat memengaruhi hormon insulin, hormon yang berfungsi mengatur metabolisme karbohidrat dan mengontrol kadar gula darah.
Ketika tubuh terlalu sering menerima asupan gula tinggi, kinerja insulin menjadi tidak optimal. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko resistensi insulin yang berkaitan dengan diabetes.
4. Memperparah Batuk dan Sakit Tenggorokan
Mengutip Healthline, makanan dan minuman manis sebaiknya dihindari saat batuk atau sakit tenggorokan. Kandungan gula dapat memperparah iritasi tenggorokan karena bercampur dengan air liur dan membentuk lendir kental.
Selain itu, susu dalam es kopi susu gula aren juga dapat memicu produksi dahak dan lendir berlebih, terutama pada penderita infeksi atau peradangan saluran pernapasan, sehingga batuk bisa semakin parah.
5. Meningkatkan Risiko Diabetes
Meski gula aren dikenal memiliki indeks glikemik lebih rendah dibanding gula pasir, konsumsi berlebihan tetap berisiko meningkatkan kadar gula darah.
Dikutip dari Health Heroes (20/11/2023), segelas es kopi susu gula aren tidak hanya mengandung gula, tetapi juga lemak dari susu dan krimer yang turut meningkatkan asupan kalori harian. Jika dikonsumsi terus-menerus tanpa diimbangi pola makan sehat dan aktivitas fisik, risiko diabetes pun meningkat.
6. Menyebabkan Kafein Berlebihan
Dikutip dari Halodoc, konsumsi kopi yang berlebihan dapat menyebabkan asupan kafein berlebih dalam tubuh. Dampaknya antara lain jantung berdebar, gangguan tidur, gelisah, hingga kecemasan.
Risiko ini semakin besar jika es kopi susu gula aren dikonsumsi pada malam hari atau lebih dari satu gelas dalam sehari, terutama bagi individu yang sensitif terhadap kafein.
7. Memperburuk Kondisi Maag
Kopi bersifat asam dan dapat mengiritasi lambung. Mengonsumsi es kopi susu gula aren saat perut kosong berpotensi memperparah gejala maag, seperti nyeri lambung, mual, dan perut kembung.
Bagi penderita gangguan lambung, konsumsi kopi sebaiknya dibatasi atau dihindari, terutama jika dicampur gula dan susu yang dapat memicu produksi asam lambung.
Meski terasa nikmat dan populer, es kopi susu gula aren sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan. Membatasi frekuensi minum, mengurangi takaran gula, serta menyeimbangkannya dengan pola makan sehat dan aktivitas fisik menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan.