Antusiasme 700 pelari untuk mengikuti event Sunda Land Run di Kota Bogor berubah menjadi amarah. Event yang dijadwalkan berlangsung Minggu (5/4/2026) besok dipastikan gagal total setelah pihak panitia menghilang bak ditelan bumi dengan membawa uang pendaftaran peserta.
Tak tanggung-tanggung, panitia juga mencatut nama institusi militer Pusdikzi di Jalan Jenderal Sudirman, Bogor, sebagai lokasi start dan pengambilan perlengkapan lari (race pack). Pihak Pusdikzi pun naik pitam dan menegaskan bahwa mereka tidak pernah bekerja sama dengan event tersebut.
Identitas Pelaku Terlacak ke Depok
Pihak Pusdikzi melalui Pasi Intel, Kapten Czi Hendro, mengungkapkan bahwa dalang di balik admin Sunda Land Run adalah seorang pria berinisial D, warga Mekarjaya, Depok. Namun, saat rumahnya didatangi oleh rekan-rekan komunitas lari, pelaku beserta seluruh keluarganya sudah tidak ada di tempat.
“Sepertinya memang sudah ada niat jahat. Berdasarkan penelusuran, sekeluarga sudah tidak ada di rumah tersebut. Kami menyarankan para korban segera melapor ke pihak kepolisian agar kasus ini segera ditindaklanjuti,” tegas Kapten Hendro, Jumat (3/4/2026).
Kecurigaan yang Terbukti Benar
Kecurigaan peserta sebenarnya sudah muncul sejak akhir tahun lalu. Event ini awalnya dijadwalkan pada Desember 2025, namun tiba-tiba diundur ke April 2026.
Rizki (30), salah satu perwakilan pelari, menyebutkan bahwa banyak kejanggalan yang dirasakan komunitas. “Seharusnya Desember, tapi diundur ke 5 April yang kebetulan hari Paskah. Saat H-1 bulan, panitia tiba-tiba tidak bisa dihubungi sama sekali,” ungkapnya dengan kecewa.
Modus Penipuan: Website Profesional & Harga Paket
Para korban mendaftar melalui website resmi yang terlihat sangat meyakinkan. Panitia menawarkan dua kategori lari:
-
5K: Rp200.000 per orang.
-
10K: Rp300.000 per orang.
Mirisnya, terungkap bahwa ketua panitia tersebut diduga tidak memiliki pengalaman menyelenggarakan event lari dan lebih sering berkecimpung di event balap mobil. Hingga saat ini, diperkirakan ratusan pelari dari berbagai komunitas telah menyetor uang pendaftaran tanpa kepastian pengembalian (refund).
Belasan pelari yang mendatangi kantor Pusdikzi pada Jumat pagi untuk mengambil race pack hanya bisa gigit jari. Pihak Pusdikzi pun merasa sangat dirugikan karena nama baik mereka digunakan untuk meyakinkan para korban.
Bagi Anda yang merasa menjadi korban, sangat disarankan untuk segera mengumpulkan bukti transfer dan melapor ke Polres Bogor atau Polres Depok guna memperkuat laporan hukum terhadap saudara D.