JAKARTA – Sedikitnya 702 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober 2025. Kementerian Kesehatan Gaza menyebutkan, 1.913 orang terluka dan 756 jenazah masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.
Dilansir dari Anadolu, Senin (30/3/2026), dalam 24 jam terakhir, rumah sakit di Gaza menerima 10 jenazah dan 18 korban luka akibat serangan terbaru. Secara keseluruhan, sejak serangan Israel dimulai pada Oktober 2023, jumlah korban tewas mencapai 72.278 orang dengan 172.013 lainnya luka-luka.
Meski gencatan senjata telah disepakati, Israel dilaporkan tetap melanjutkan serangan di berbagai wilayah, termasuk Khan Younis. Sumber medis di Rumah Sakit Nasser menyebutkan serangan di dua lokasi tempat warga berkumpul di Al-Mawasi menewaskan tujuh orang dan melukai empat lainnya. Seorang warga juga tewas akibat tembakan di Beni Suheyla, sehingga total korban di kawasan tersebut mencapai sembilan orang dalam satu hari.
Saksi mata melaporkan kapal perang Israel menembaki pesisir Khan Younis, sementara helikopter militer melepaskan tembakan ke timur Kamp Pengungsi Bureij di Gaza tengah.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan sistem kesehatan berada di ambang kolaps akibat krisis bahan bakar dan kerusakan infrastruktur. Sebanyak 90 generator listrik di rumah sakit dilaporkan tidak berfungsi, sementara 38 lainnya hanya beroperasi terbatas. Kondisi ini mengancam layanan vital seperti ICU, perawatan neonatal, dan dialisis, serta berisiko merusak obat-obatan, vaksin, dan stok darah.
Pihak berwenang menegaskan pembatasan masuknya bahan bakar dan suku cadang oleh Israel dapat menyebabkan layanan kesehatan berhenti total dalam waktu dekat.