JAKARTA – Singapore Airlines (SIA) kembali mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih laba bersih sebesar 2,8 miliar dolar Singapura atau setara Rp35 triliun untuk tahun fiskal yang berakhir pada 31 Maret 2025.
Keberhasilan ini tidak hanya mengukuhkan posisi SIA sebagai maskapai penerbangan terdepan di Asia Tenggara, tetapi juga membawa kabar gembira bagi ribuan karyawannya yang akan menerima bonus besar-besaran.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi, SIA mengumumkan pemberian bonus bagi hasil setara 7,45 bulan gaji untuk seluruh karyawan.
“Ini berdasarkan formula lama yang telah disepakati dengan serikat pekerja kami,” ujar perwakilan SIA, seperti dikutip dari The Straits Times pada 15 Mei 2025.
Bonus ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah maskapai dan mencerminkan kinerja keuangan yang luar biasa di tengah tantangan industri penerbangan global.
Faktor Pendorong Laba Jumbo
Keuntungan fantastis ini didorong oleh beberapa faktor kunci. Salah satunya adalah keuntungan akuntansi non-tunai sebesar 1,1 miliar dolar Singapura (sekitar Rp13 triliun) dari penggabungan Air India dan Vistara, di mana SIA memiliki 49 persen saham Vistara.
Selain itu, pendapatan grup SIA melonjak 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencapai rekor 19,54 miliar dolar Singapura.
Lonjakan ini didukung oleh tingginya jumlah penumpang serta peningkatan bisnis kargo yang dipicu oleh permintaan e-commerce dan gangguan angkutan laut.
Menariknya, sektor kargo SIA mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 4,4 persen atau 94 juta dolar Singapura (sekitar Rp1 triliun).
“Permintaan niaga daring yang kuat dan limpahan barang karena gangguan angkutan laut menjadi pendorong utama,” tulis The Straits Times.
Dividen dan Optimisme ke Depan
Keberhasilan finansial ini juga membawa manfaat bagi pemegang saham. Dewan Direksi SIA merekomendasikan dividen akhir sebesar 30 sen per saham, yang jika digabungkan dengan dividen sementara 10 sen per saham pada Desember 2024, total dividen mencapai 40 sen per saham. Ini setara dengan distribusi dividen sebesar 1,2 miliar dolar AS untuk tahun ini, yang akan dibayarkan pada 27 Agustus 2025 setelah mendapat persetujuan pemegang saham.
CEO SIA, Goh Choon Phong, menyatakan optimisme terhadap masa depan meski mengakui tantangan yang menanti. “Industri penerbangan global menghadapi lingkungan operasi yang menantang di tengah perubahan kebijakan tarif, ketegangan perdagangan, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, serta kendala rantai pasokan yang berkelanjutan,” katanya.
Namun, Goh yakin SIA mampu menavigasi gejolak ini setelah menunjukkan ketangguhan pada 2024.
Bonus Karyawan Jadi Sorotan
Pemberian bonus setara hampir 8 bulan gaji ini menjadi sorotan di media sosial dan komunitas penerbangan. Banyak yang memuji langkah SIA sebagai contoh nyata perusahaan yang menghargai kontribusi karyawan. Seorang pengguna X menulis, “SIA menunjukkan bagaimana perusahaan besar bisa berbagi keberhasilan dengan timnya. Bonus 7,45 bulan gaji adalah bukti nyata!”
Bonus ini juga sedikit lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai 7,94 bulan gaji, tetapi tetap menjadi yang tertinggi di industri penerbangan saat ini. Hal ini mencerminkan strategi SIA yang konsisten dalam menjaga hubungan baik dengan serikat pekerja dan memotivasi karyawan untuk terus memberikan pelayanan terbaik.
SIA Hadapi Tantangan Global
Ke depan, SIA tetap waspada terhadap dinamika industri penerbangan. Ketidakpastian ekonomi, perubahan kebijakan tarif, dan gangguan rantai pasok global dapat memengaruhi kepercayaan konsumen dan bisnis. Namun, dengan langkah strategis seperti penawaran tarif khusus dan bonus miles untuk merayakan SG60, SIA berupaya mempertahankan daya tariknya di pasar.