Isak tangis haru dan kibaran bendera nasional menyambut kepulangan wasit sepak bola legendaris asal Somalia, Omar Artan, di Bandara Internasional Aden Adde, Mogadishu, pada Rabu (10/6/2026). Kerumunan fans dan puluhan jurnalis memadati landasan pacu demi memberikan dukungan moral setelah sang wasit secara kontroversial ditolak masuk ke Amerika Serikat untuk memimpin laga Piala Dunia 2026.
Padahal, Artan diakui sebagai salah satu pengadil lapangan terbaik di dunia saat ini. Ia dijadwalkan mencetak sejarah emas sebagai wasit pertama sepanjang sejarah Somalia yang akan memimpin pertandingan di putaran final Piala Dunia. Sayangnya, mimpi besar itu hancur berantakan di Bandara Internasional Miami pekan lalu.
Sebagai informasi, Somalia merupakan salah satu negara yang masuk dalam daftar larangan perjalanan (travel ban) yang diterbitkan oleh Presiden AS Donald Trump, yang belakangan gencar memperketat arus imigrasi sejak kembali ke Gedung Putih.
Tragedi Interogasi 11 Jam di Bandara Miami
Berbicara kepada The New York Times, Artan membeberkan pengalaman pahitnya saat berhadapan dengan petugas perbatasan Amerika Serikat. Ia mengaku dicecar berbagai pertanyaan interogasi mengenai dokumen perjalanan dan kariernya selama 11 jam nonstop, sebelum akhirnya dijebloskan ke sel tahanan sementara dan dideportasi melalui penerbangan ke Istanbul.
βSaya sangat, sangat kecewa,β ungkap Artan dengan nada getir.
βSaya ini hanyalah seorang wasit yang sedang mencoba mewujudkan mimpi terbesar dalam hidup saya, yaitu tampil di Piala Dunia. Saya memegang dokumen yang benar dan visa yang sah,β lanjutnya membela diri.
Di sisi lain, Badan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) berdalih bahwa penolakan terhadap Artan adalah bagian dari prosedur pemeriksaan rutin. Berdasarkan hasil pemeriksaan tambahan (vetting), Artan dinyatakan βtidak memenuhi syarat untuk masukβ ke wilayah hukum AS karena alasan keamanan yang tidak dirinci.
Dukungan terhadap keputusan imigrasi tersebut juga datang dari Andrew Giuliani, ketua gugus tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026. Ia menegaskan penolakan tersebut dilakukan karena βalasan yang sangat kuatβ, meskipun ia menolak membeberkan detailnya kepada publik.
Dunia Mengutuk: βPiala Dunia Penuh Kekacauan!β
Masalah visa dan pengetatan keamanan yang ekstrem di perbatasan AS menjelang Piala Dunia 2026 memang sedang menjadi sorotan merah. Sejumlah tim nasional dikabarkan mulai mengalami kesulitan serupa. Namun, kasus yang menimpa Omar Artan memicu gelombang kecaman paling keras dari jagat sepak bola internasional.
Legenda Arsenal dan Timnas Inggris, Ian Wright, meluapkan kekesalannya melalui sebuah video di media sosial. Ia mempertanyakan apakah tindakan arogan AS tersebut masih sejalan dengan βsemangat sepak bolaβ.
βSaya merasa kasihan dengan para fans di Amerika yang sangat mendambakan turnamen ini. Betapa memalukannya situasi ini bagi mereka. Ini adalah Piala Dunia yang penuh kekacauan (World Cup of chaos)!β kecam Ian Wright pedas.
Tak hanya dari dunia olahraga, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, juga mengirimkan pesan solidaritas dan menyuntikkan semangat untuk sang wasit.
βIni bukanlah akhir dari cerita perjalananmu di panggung dunia,β cetus Tedros menenangkan Artan.