FIA dan Formula 1 akhirnya melunak setelah mendapatkan gelombang protes dari sejumlah pabrikan raksasa. Perubahan radikal regulasi mesin (power unit) F1, yang awalnya direncanakan langsung mengadopsi pembagian 60:40 antara mesin konvensional (ICE) dan tenaga elektrik, kini resmi diputuskan untuk diterapkan secara bertahap selama dua musim.
Kesepakatan baru ini dicapai setelah melalui diskusi panjang antara pihak F1, FIA, tim balap, serta para produsen mesin—termasuk raksasa otomotif Amerika Serikat yang akan segera bergabung, General Motors. Bulan lalu, prinsip pembagian 60:40 (naik dari rasio saat ini 53:47) sebenarnya sudah disetujui, namun beberapa pabrikan keberatan jika lompatan besar tersebut langsung dipaksakan berlaku penuh pada musim 2027.
Misi Penyelamatan Kualifikasi: Detail Perubahan Dua Tahap
Guna menjembatani keberatan para pabrikan sekaligus memastikan sesi kualifikasi tetap berjalan dalam mode flat-out (ngebut tanpa drama kehabisan baterai), FIA merancang cetak biru transisi sebagai berikut:
Tahap 1: Musim 2027 (Transisi Awal)
-
Tenaga ICE (Mesin Bensin): Dinaikkan dari 400kW menjadi 420kW melalui suntikan 5% aliran bahan bakar ekstra.
-
Tenaga MGU-K (Elektrik): Diturunkan dari 350kW menjadi 300kW.
-
Rasio Akhir: Menghasilkan perbandingan daya 58:42.
Tahap 2: Musim 2028 (Target Utama)
-
Tenaga ICE (Mesin Bensin): Kembali didongkrak hingga menyentuh 450kW, menggunakan pasokan aliran bahan bakar yang naik 13% dibanding regulasi tahun 2026.
-
Tenaga MGU-K (Elektrik): Bertahan di angka 300kW.
-
Rasio Akhir: Berhasil mencapai target ideal 60:40 yang diimpikan F1.
Selain itu, kapasitas maksimal pengisian daya ulang baterai (harvesting) juga akan dinaikkan secara bertahap, dari 350kW saat ini menjadi 375kW pada 2027, dan menyentuh 400kW pada 2028. Sementara itu, fitur pencetan tombol menyalip (overtake mode) berdaya 350kW dipastikan tetap tidak berubah.
Beri Waktu Tambahan untuk Desain Sasis
Keputusan untuk mencicil regulasi ini dinilai sebagai langkah yang sangat bijak. Pasalnya, kenaikan aliran bahan bakar sebesar 13% pada tahun 2028 otomatis menuntut mobil memiliki kapasitas tangki bensin yang lebih besar.
Dengan penundaan bertahap ini, tim-tim balap memiliki waktu yang jauh lebih longgar untuk merancang dan membangun sasis mobil baru tanpa harus mengorbankan sisi aerodinamika.
“Perubahan yang diusulkan ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah terkait manajemen energi serta karakteristik aliran bahan bakar. Kami ingin membuat sesi kualifikasi berjalan lebih maksimal, tanpa merusak keseruan balapan yang dihasilkan oleh regulasi baru ini,” bunyi pernyataan resmi FIA.
Pihak FIA juga menegaskan bahwa paket regulasi kompromi ini mencakup penyesuaian target pada output mesin, fleksibilitas manajemen energi, operasional balapan, hingga regulasi finansial (budget cap) yang didukung penuh oleh seluruh interal sirkus Formula 1.