BOGOR – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, meninnjau langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sekolah di wilayah Kota Bogor pada Jumat (24/7). Di hari ketiga menjabat, Sudaryono menegaskan komitmennya untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan Program MBG melalui pengawasan langsung, peningkatan edukasi gizi, inovasi layanan SPPG, serta penguatan kolaborasi dengan sekolah dan masyarakat.
Kepala BGN meninjau operasional dapur SPPG Bantarjati 4, mulai dari proses penerimaan bahan baku, pengolahan makanan, standar kebersihan, hingga mekanisme distribusi kepada ribuan penerima manfaat. Selanjutnya, SDN Bantarjati 09 dikunjungi untuk melihat secara langsung pelaksanaan Program MBG dan berdialog dengan kepala sekolah, kepala SPPG, serta perwakilan orang tua siswa.
Menurut Sudaryono, sidak dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya agar diperoleh gambaran yang objektif mengenai pelaksanaan program di lapangan
“Ini sidak yang benar-benar sebenarnya, tidak ada yang diberi tahu. Kami ingin melihat kondisi apa adanya. Kami menerima masukan, mendengarkan kritik, dan mencatat semua yang perlu diperbaiki, baik dari sisi dapur, menu, distribusi maupun pelaksanaannya di sekolah,” ujar Sudaryono.
Ia menjelaskan bahwa hasil pemantauan menunjukkan pelaksanaan Program MBG di lokasi berjalan dengan baik. Namun demikian, evaluasi akan terus dilakukan agar kualitas layanan semakin meningkat dan standar pelaksanaan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh Indonesia.
Komitmen peningkatan kualitas layanan tersebut juga diwujudkan oleh SPPG Bantarjati 4. Kepala SPPG Bantarjati 4, Didan Yehezkiel Bima Putra, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini melayani 2.375 penerima manfaat dari berbagai satuan pendidikan dengan terus melakukan inovasi menu agar peserta didik tidak bosan mengonsumsi makanan bergizi.
“Alhamdulillah, antusiasme sekolah-sekolah yang kami layani sangat baik. Kami terus berinovasi pada menu yang disajikan. Dalam waktu dekat kami juga berencana menghadirkan menu baru menggunakan daging sapi sebagai variasi sumber protein,” ujar Didan.
Di tingkat sekolah, Program MBG juga menunjukkan dampak positif terhadap kebiasaan peserta didik. Kepala SDN Bantarjati 09, Sugiartini menyampaikan bahwa hampir seluruh siswa menghabiskan makanan yang disediakan setiap hari dan menunjukkan antusiasme terhadap variasi menu yang diberikan.
“Alhamdulillah, hampir semua anak menghabiskan makanannya. Mereka sangat menyukai beberapa menu seperti ayam, telur, dan buah. Kehadiran Program MBG memberikan manfaat yang sangat baik bagi anak-anak kami. Kami berharap program ini terus berkembang dan semakin baik ke depannya,” ungkap Sugiartini.
Manfaat Program MBG juga dirasakan langsung oleh para orang tua. Salah seorang wali murid SDN Bantarjati 09, Rina Marlina, mengaku kebiasaan anaknya berubah sejak memperoleh makanan bergizi di sekolah. Jika sebelumnya anak sering membeli jajanan saat jam istirahat, kini kebutuhan makannya telah tercukupi melalui Program MBG.
“Sekarang anak saya sudah tidak jajan lagi di luar sekolah. Saat jam istirahat cukup makan MBG, jadi kami hanya membawakan susu sebagai bekal tambahan. Anak juga senang dengan beberapa menu yang disajikan. Harapan kami, kualitas dan variasi menu terus ditingkatkan agar anak-anak semakin semangat makan makanan bergizi,” tutur Rina.
Sudaryono menegaskan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh Badan Gizi Nasional, tetapi merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pengelola SPPG, tenaga dapur, sekolah, pemerintah daerah, hingga orang tua.