BOGOR – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Selain memastikan pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, BGN juga akan memperluas fungsi program melalui penguatan edukasi gizi di lingkungan sekolah.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Badan Gizi Nasional, Sudaryono, saat melakukan kunjungan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bantarjati 4 dan SDN Bantarjati 09 Kota Bogor, Jumat (24/7). Dalam kunjungan tersebut, Sudaryono meninjau secara langsung pelaksanaan Program MBG sekaligus mengamati proses pembelajaran kebiasaan makan sehat yang telah diterapkan di sekolah.
“Saya melihat anak-anak di SDN Bantarjati 09 sudah dibiasakan mencuci tangan, berdoa, dan menjaga tata krama sebelum makan. Kebiasaan sederhana seperti ini memiliki nilai yang sangat penting dalam membentuk karakter anak,” ujar Sudaryono.
BGN tengah menyiapkan penguatan materi edukasi yang akan melengkapi pelaksanaan Program MBG di sekolah. Sehingga eserta didik tidak hanya menerima makanan bergizi, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai manfaat setiap jenis pangan yang mereka konsumsi.
“Kami akan menambahkan modul edukasi sehingga anak-anak mengetahui mengapa mereka harus mengonsumsi sayuran, buah, protein, dan makanan bergizi lainnya. Kami ingin mereka memahami manfaatnya, bukan sekadar memakannya,” jelasnya.
Sudaryono menilai, pendidikan mengenai gizi perlu diberikan sejak usia dini karena kebiasaan makan yang terbentuk pada masa anak-anak akan memengaruhi pola hidup hingga dewasa. Oleh sebab itu, Program MBG diharapkan menjadi pintu masuk dalam membangun budaya konsumsi pangan bergizi di lingkungan sekolah maupun keluarga.
Pelaksanaan Program MBG di SDN Bantarjati 09 mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SDN Bantarjati 09 menyampaikan bahwa mayoritas siswa menikmati makanan yang disediakan dan menunjukkan antusiasme tinggi setiap kali jadwal makan bergizi berlangsung.
“Alhamdulillah hampir seluruh anak menghabiskan makanannya. Kami berharap Bapak Kepala Badan dapat kembali berkunjung sehingga program ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anak-anak,” ungkapnya.
SPPG Bantarjati 4 terus berupaya mengahadirkan menu yang inovatif dan membuka ruang komunikasi dengan masyarakat melalui media sosial agar orang tua maupun sekolah dapat memberikan saran dan masukan terhadap pelaksanaan Program MBG.
“Antusiasme sekolah-sekolah yang kami layani sangat baik. Kami terus melakukan inovasi menu sehingga anak-anak tidak mudah bosan” jelas Didan.
Respon positif juga datang dari orang tua siswa. Salah seorang wali murid, Rina Marlina, mengaku Program MBG tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anaknya, tetapi juga mengubah kebiasaan sehari-hari.
“Sekarang anak saya sudah tidak jajan di luar sekolah. Saat jam istirahat cukup makan MBG. Anak saya juga senang dengan beberapa menu, terutama sayuran,” ujarnya.
Rina berharap Program MBG terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas maupun variasi menu, sehingga semakin banyak anak yang menikmati makanan bergizi dengan penuh antusias.
Melalui penguatan edukasi gizi, inovasi menu, serta kolaborasi antara pemerintah, sekolah, penyelenggara SPPG, dan orang tua, Badan Gizi Nasional optimistis Program MBG tidak hanya berkontribusi dalam meningkatkan status gizi peserta didik, tetapi juga menanamkan karakter baik melalui edukasi gizi.