JAKARTA – Indonesia menegaskan peran aktifnya dalam menjembatani transformasi digital Asia melalui komitmen nyata pada pengembangan teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam forum tingkat tinggi Asia-Pacific Telecommunity (APT) Ministerial Meeting 2025 yang berlangsung di Tokyo, Jepang.
Dalam forum tersebut, Meutya bertemu langsung dengan para menteri dari negara-negara mitra strategis seperti Jepang, Iran, dan Malaysia.
Pertemuan ini tidak hanya memperkuat relasi diplomatik, tetapi juga menjadi wadah penting untuk memetakan langkah konkret integrasi teknologi digital di kawasan.
Meutya menekankan bahwa Indonesia siap menjadi pusat referensi regional dalam membangun infrastruktur digital yang tangguh dan kolaboratif.
“Sebagai negara yang tengah menjadi acuan dalam pembangunan ekosistem digital di Asia.”
“Indonesia siap berbagi praktik baik dan pengalaman konkret untuk membangun sistem digital yang resilien, terbuka, dan pro-pelayanan publik,” kata Meutya dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa (3/6/2025).
Komitmen ini diwujudkan melalui rencana konkret kolaborasi lintas negara, termasuk pertukaran tenaga ahli, penelitian bersama, hingga harmonisasi kebijakan berbasis data.
Selain fokus pada pengembangan AI, pembahasan juga mencakup pentingnya penyediaan infrastruktur digital merata dan pengelolaan data yang aman serta transparan antarnegara.
Menurut Meutya, sinergi antarbangsa menjadi fondasi penting untuk menciptakan ruang digital yang inklusif dan berdaya saing.
Ia menegaskan bahwa partisipasi aktif Indonesia dalam forum ini bukan sekadar simbolis, melainkan bagian dari strategi diplomasi digital jangka panjang.
“Indonesia percaya bahwa masa depan digital yang adil dan memberdayakan hanya bisa dibangun melalui investasi pada masyarakat, penguatan kapasitas lokal, dan kemitraan lintas negara yang saling melengkapi.”
“Kita tidak boleh memperlebar jurang digital, justru harus menjembataninya secara strategis,” ujar Menkomdigi.
Forum APT Ministerial Meeting 2025 ini menjadi momentum penting bagi Indonesia dalam mengukuhkan posisinya sebagai pionir regional yang mampu menjembatani ketimpangan digital melalui kerja sama konkret.
Dengan inisiatif ini, Indonesia berambisi membentuk tatanan digital baru di Asia yang tidak hanya canggih, tapi juga adil dan berkelanjutan.***