JAKARTA – Langkah strategis pemerintah membuka kembali keran impor sapi hidup disambut positif kalangan peternak.
Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia, Agus Warsito, menilai kebijakan ini membuka peluang besar untuk memperbaiki kualitas genetika sapi perah nasional yang selama ini terus mengalami penurunan.
“Ini kesempatan bagi peternak melakukan revitalisasi bibit agar produksi susu meningkat,” kata Agus Warsito dikutip dari RRI, Rabu (25/6/2025).
Menurut Agus, kondisi sapi perah rakyat saat ini memprihatinkan. Banyak peternak menghadapi penurunan mutu genetika indukan karena masih maraknya praktik inbreeding, diperparah oleh tata kelola kandang yang kurang optimal.
Praktik kawin silang dari keturunan induk yang sama, katanya, menyebabkan penurunan kualitas genetik yang berdampak pada produktivitas susu.
“Karena anak dan cucu dari induk sapi kawin dengan semen yang sama, sehingga genetiknya terus memburuk,” ujarnya.
Agus menyebut, impor sapi hidup bisa menjadi solusi nyata untuk keluar dari lingkaran persoalan ini.
Ia berharap agar pemerintah juga hadir secara aktif dalam menyediakan akses pembiayaan khusus, terutama melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang lebih relevan dengan siklus usaha peternakan.
“Peternak butuh akses KUR dengan tenor khusus, karena ini usaha jangka panjang, bukan harian,” ucap Agus Warsito.
Ia juga menyampaikan bahwa sapi impor dari Australia dan Selandia Baru terbukti mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan tropis Indonesia dan memiliki produktivitas susu yang tinggi.
Karena itu, jenis-jenis tersebut dinilai sangat cocok untuk mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas produksi susu nasional.
Di akhir pernyataannya, Agus menggarisbawahi pentingnya pengawasan dari pihak berwenang agar kesalahan masa lalu—terutama praktik inbreeding—tidak kembali terulang.
Ia yakin, bila kebijakan ini dijalankan secara konsisten dan diawasi ketat, maka target produksi susu per ekor bisa kembali seperti masa kejayaan dahulu.
“Saya optimistis produksi susu bisa kembali mencapai 20 liter per ekor per hari seperti era awal masuknya sapi impor,” ujarnya penuh harap.***
