JAKARTA – Pernahkah kamu terbangun tiba-tiba pukul 3 pagi, dan merasa tidak bisa tidur lagi? Jangan panik atau berpikir ada yang mistis, sebab ada penjelasan ilmiah yang bisa menjawab fenomena ini.
Terbangun di tengah malam, terutama pada pukul 3 atau 4 pagi, adalah hal yang cukup wajar. Faktanya, tubuh kita memang sering terbangun beberapa kali sepanjang malam tanpa kita sadari. Hanya saja, ketika kita terbangun pada jam-jam tersebut, pikiran yang mulai berkecamuk seringkali membuat kita merasa kesulitan untuk tidur kembali.
Proses tidur kita terbagi dalam beberapa siklus, yang dimulai dengan tidur ringan, kemudian masuk ke tahap tidur nyenyak atau slow-wave sleep, dan diakhiri dengan fase tidur REM (Rapid Eye Movement). Setelah fase REM, tubuh kita cenderung terbangun sejenak sebelum kembali tidur. Siklus tidur ini berlangsung sekitar empat jam, jadi jika kamu tidur sekitar pukul 11 malam, tak jarang tubuh terbangun sekitar pukul 3 pagi.
Dalam kondisi ideal, kebangkitan singkat ini tidak masalah dan kita akan kembali tertidur dalam waktu singkat. Namun, jika pikiran sedang penuh kecemasan, kebangkitan tersebut bisa berlanjut lebih lama dan membuat kita terjaga hingga pagi.
Menurut psikolog dan terapis kognitif, Greg Murray, stres bukanlah penyebab utama kebangkitan malam. Namun, stres bisa memperburuk keadaan dengan membuat kita terperangkap dalam kekhawatiran yang terus berputar. Saat malam tiba, kita cenderung lebih rentan berpikir secara irasional, dan masalah yang seharusnya tidak terlalu besar bisa terasa sangat berat.
Murray juga menjelaskan bahwa pada malam hari, kita tahu bahwa tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menyelesaikan masalah. Pada siang hari, kita bisa bertindak atau mengambil keputusan, tetapi saat malam datang, kita hanya bisa merenung dan khawatir.
Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebiasaan terbangun tengah malam ini? Salah satu solusinya adalah teknik meditasi mindfulness. Dengan fokus pada pernapasan atau sensasi tubuh, kita dapat menenangkan pikiran dan menghindari spiral kecemasan. Jika dilakukan dengan benar, teknik ini bisa membantu kita tidur lagi dengan lebih cepat.
Namun, jika cara itu tidak berhasil, Murray punya saran lain: baca buku. Membaca dapat mengalihkan pikiran dari kekhawatiran yang berlarut-larut dan membantu kita tidur kembali, bahkan di tengah malam yang sepi.
Jadi, jika kamu sering terbangun pada pukul 3 pagi, cobalah untuk tidak panik dan nikmati momen tersebut dengan sedikit relaksasi atau bacaan yang menenangkan. Hal ini bisa jadi solusi sederhana yang mengurangi kecemasan dan memudahkan kamu tidur kembali.