JAKARTA – Yamaha terus mengembangkan mesin V4 untuk MotoGP, namun performanya dinilai belum sebanding dengan mesin inline-four yang saa ini digunakan. Dalam tes privat di Brno pekan lalu, pembalap pabrikan Alex Rins menyebut motor baru itu lebih lambat sekitar dua detik per lap dibanding motor regulernya.
“Saya mencatatkan waktu 1m52.7 detik dengan motor saya dan saya rasa mereka — Augusto — berhasil mencatatkan waktu 1:54,8 atau 1:54,7,” ujar Rins kepada Motorsport.com. Meski begitu, ia meragukan selisih waktu tersebut sebagai tolok ukur final, karena jumlah putaran yang dilakukan tim penguji masih minim dan belum menggunakan ban baru secara maksimal.
Dalam sesi uji coba tersebut, Rins berada satu garasi dengan pembalap tes Yamaha, Augusto Fernandez dan Andrea Dovizioso. Ia sempat mengunggah video Fernandez yang sedang melaju di lintasan ke media sosial—yang kemudian dihapus atas permintaan tim.
“Yang bisa saya katakan adalah bahwa saya membalap di belakang Augusto dalam latihan yang kami lakukan, dan saya terkejut,” kata Rins, sembari mengaku belum mendapat kepastian kapan bisa menjajal motor V4.
Rekan satu timnya, Fabio Quartararo, juga mengaku belum bisa memberi komentar. “Saya akan mengujinya sekitar bulan September, saya rasa di Misano,” ujarnya. “Komentar-komentarnya positif, tapi sampai saya menjajal motornya, hanya para insinyur yang memberi tahu saya. Saya tak bisa merasakan potensinya sampai saya mengujinya.”
Meski belum mendapat kesempatan menguji V4, Rins menikmati sesi Brno yang menurutnya ideal untuk persiapan karena karakter sirkuit yang klasik dan menantang. “Ini adalah sirkuit yang saya sukai… Lintasannya cukup bagus, dengan banyak cengkeraman,” tutupnya.