JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa keterlibatan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dalam penyaluran gas LPG 3 kg tidak akan memengaruhi kenaikan kuota subsidi.
ESDM memastikan bahwa meskipun jalur distribusi diperluas, volume gas bersubsidi tetap dikendalikan dan justru diarahkan agar lebih tepat sasaran.
Kebijakan ini ditekankan sebagai upaya optimalisasi distribusi, bukan penambahan pasokan.
Menurut Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Tri Winarno, bertambahnya jumlah mitra distribusi seperti Kopdes Merah Putih bukan berarti memperluas kuota.
Skema pembagian tetap proporsional berdasarkan jumlah tabung yang tersedia.
Dalam simulasi yang dijelaskan Tri, jika sebelumnya ada 10 penyalur dengan jatah 100 tabung per unit, maka ketika jumlah penyalur meningkat menjadi 20, jatahnya otomatis turun menjadi 50 tabung per unit.
Ia menambahkan, perluasan penyalur justru bertujuan agar subsidi LPG 3 kg lebih terdistribusi secara merata dan menyentuh kelompok masyarakat yang benar-benar berhak.
“Diharapkan dengan jumlah (kopdes) yang segitu bisa mendistribusikan sesuai dengan tepat sasaran. Jadi, bukannya tambah, harusnya malah berkurang (volumenya) atau tepat sasaran,” ujar Tri.
Kehadiran Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih sebagai subpenyalur LPG 3 kg kini menjadi bagian dari strategi nasional distribusi energi bersubsidi.
Namun, pemerintah melalui Kementerian ESDM secara tegas menepis anggapan bahwa hal ini akan menambah beban subsidi negara.
Penambahan jumlah penyalur dinilai sebagai cara untuk memperkecil jarak distribusi serta mempercepat pelayanan bagi masyarakat pedesaan tanpa menambah total volume LPG.
Pada kesempatan terpisah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat mengusulkan adanya kenaikan kuota LPG 3 kg dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 menjadi 8,31 juta metrik ton (MT).
Sebelumnya, APBN 2025 menetapkan kuota sebesar 8,17 juta MT. Realisasi penyaluran LPG 3 kg hingga Mei 2025 sendiri telah mencapai 3,49 juta MT.
Kopdes Merah Putih yang kini mendapat lampu hijau sebagai subpangkalan LPG 3 kg juga diingatkan agar mengedepankan prinsip efisiensi dan efektivitas.
Pemerintah berharap koperasi desa mampu menjadi bagian penting dari rantai distribusi energi bersubsidi tanpa menambah pemborosan atau kebocoran pasokan di lapangan.
Penunjukkan koperasi lokal dinilai bisa memperkuat ekonomi kerakyatan serta mengurangi ketergantungan pada agen besar yang selama ini mendominasi pasar.
Namun demikian, pemerintah tetap melakukan pengawasan ketat terhadap sistem distribusi agar tidak disalahgunakan.***


