BALI – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Bali menggelar acara budaya bertajuk Suara Damai Nusantara (SUDARA) untuk membentengi pelajar SMP dan SMA dari ancaman radikalisme dan ideologi kekerasan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya pencegahan sejak dini melalui pendekatan seni dan budaya yang kreatif.
Kepala BNPT, Komjen Pol. Eddy Hartono menegaskan pentingnya membangun ketahanan generasi muda terhadap paham-paham yang mengarah pada kekerasan. Dalam sambutannya di Aula Universitas Warmadewa, Denpasar.
“Diharapkan upaya mitigasi, edukasi, literasi bahaya penyebaran paham radikal terorisme dibangun sejak dini. Sehingga lomba ini selalu dijadikan tempat sebagai wadah, SUDARA ini menjadi sarana bagi adik-adik untuk menunjukan kreatifitas, sportivitas dan semangat membangun bangsa dengan melalui pentas budaya.” katanya melalui keterangan tertulis.
Acara SUDARA, yang digagas FKPT Bali, mengusung pendekatan budaya sebagai sarana edukasi dan mitigasi ideologi kekerasan. Dengan mengedepankan nilai-nilai kebangsaan, kegiatan ini dirancang untuk melibatkan generasi muda sebagai garda terdepan dalam menangkal radikalisme.
“Diharapkan kegiatan ini bisa berkesinambungan setiap tahun sehingga nilai-nilai kearifan lokal khususnya di Bali ini semakin tumbuh dan berkembang sebagai upaya menangkal paham radikal terorisme yang ada di Bali ini, dan secara umum untuk Indonesia.” tambahnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Warmadewa I Gde Suranaya Pandit, MP, menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif BNPT dalam menciptakan ruang positif bagi pelajar dan mahasiswa.
“Saya berterima kasih kepada Kepala BNPT atas peran serta dan dedikasinya memberikan motivasi, memberikan sosialisasi kepada generasi penerus, bukan saja bagi Universitas Warmadewa termasuk juga adik-adik dari siswa-siswa yang hadir pada kesempatan ini. Mereka diberikan inovasi, kreasi untuk menumbuhkan semangat jiwa Pancasila, jiwa toleransi, jiwa kebangsaan, tentunya generasi muda sebagai generasi penerus bangsa menuju generasi emas,” ujarnya.
Suranaya juga menyoroti ancaman radikalisme yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menggerogoti nilai-nilai kebangsaan. “Radikalisme dan terorisme bukan sekadar ancaman fisik, tetapi juga ancaman terhadap jati diri bangsa, keutuhan negara, serta kebhinekaan yang menjadi pilar utama NKRI. Namun kami percaya, melalui edukasi yang tepat, dialog yang terbuka, dan ruang ekspresi yang positif seperti ini, akan tumbuh benih-benih perdamaian, toleransi, dan semangat kebangsaan,” tegasnya.
Melalui SUDARA, BNPT mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk aktif menjadi agen perdamaian. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas, tetapi juga wadah untuk menanamkan nilai toleransi dan cinta damai. Dengan memanfaatkan kearifan lokal Bali, BNPT berupaya menjadikan budaya sebagai tameng kuat melawan radikalisme, sekaligus memperkuat identitas kebangsaan.