JAKARTA – Setelah menjalani akhir pekan yang kelabu di Hungaroring, Lewis Hamilton menepis anggapan bahwa ia telah kehilangan “kecintaan pada balapan”. Juara dunia tujuh kali tersebut gagal meraih poin dalam balapan Grand Prix Hungaria, Minggu (3/8/2025), menyelesaikan lomba di posisi 12, identik dengan posisinya saat start.
Hamilton memulai lomba dengan strategi ban Hard sebelum berpindah ke Medium, namun tetap terperangkap di traffic tanpa mampu naik posisi. Situasi ini menambah tekanan, menyusul komentarnya di sesi kualifikasi yang sempat menjadi sorotan.
Dalam wawancaranya dengan Sky Sports usai gagal lolos Q2, Hamilton melontarkan kritik tajam terhadap dirinya sendiri. “Benar-benar tidak berguna,” ucapnya, sembari menyebut Ferrari seharusnya mempertimbangkan pergantian pembalap. Ketika diminta klarifikasi sehari kemudian, Hamilton berkata, “Tidak juga, ketika Anda punya firasat, Anda punya firasat. Ada banyak hal yang terjadi di balik layar yang tidak bagus.”
Menanggapi pertanyaan apakah ia telah kehilangan gairahnya terhadap balapan, Hamilton menjawab tegas: “Tidak, saya masih mencintai balapan.”
Reaksi atas performa Hamilton pun datang dari berbagai tokoh Formula 1. CEO F1 sekaligus eks bos Ferrari, Stefano Domenicali, menyatakan, “Pertama-tama, Lewis adalah permata, dia atlet yang luar biasa. Meski sedang dalam situasi sulit, dia akan bereaksi, dan saya yakin dia akan menunjukkan alasan mengapa dia ada di sini. Dia ingin meraih gelar kedelapannya, dan dia akan menang lagi. Jadi, tetaplah bersama Lewis dan dia akan menjalani balapan yang hebat, dan menjadi sangat, sangat kuat setelah musim panas.”
Fred Vasseur, Kepala Tim Ferrari yang telah mengenal Hamilton sejak awal kariernya, turut membela sang pembalap dan meyakini bahwa Hamilton bisa kembali ke performa terbaiknya.
Sementara itu, Toto Wolff—mentor Hamilton di Mercedes yang menyaksikan langsung enam gelar dari tujuh—mengajak Hamilton untuk mengingat pencapaian luar biasa yang telah diraihnya. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan Hamilton bisa meraih gelar kedelapan jika mendapat mobil kompetitif di musim 2026 atau setelahnya.
Musim ini menjadi ujian berat bagi Hamilton dan Ferrari. Kendati sebelumnya diyakini sebagai langkah strategis, kepindahan sang legenda ke tim Maranello belum membuahkan hasil optimal. Ferrari menempati posisi kedua di klasemen konstruktor, tertinggal tipis dari McLaren, dan SF-25 hanya mengamankan lima podium bersama Charles Leclerc.
Satu-satunya kemenangan Hamilton sejauh ini adalah pada sprint race di Grand Prix Tiongkok, dengan hasil yang kurang menggembirakan di balapan utama lainnya.