JAKARTA – Marc Marquez terus menunjukkan superioritasnya di lintasa MotoGP musim ini dengan mencatatkan kemenangan keenam beruntun usai menaklukkan GP Austria. Namun, di balik dominasinya, pembalap Ducati Lenovo itu justru mengakui bahwa rentetan kemenangan ini bisa menjadi tantangan tersendiri pada masa depan.
Setelah melalui duel ketat dengan Marco Bezzecchi (Aprilia) dan rookie Fermin Aldeguer (Gressini), Marquez kembalik naik podium tertinggi. Kini kokoh di puncak klasmen sementara MotoGP dengan keunggulan 142 poin setelah 13 serim, memperbesar peluangnya untuk meraih gelar juara dunia ketujuh di kelas utama.
Musim ini, Marquez mencatat sembilan kemenangan Grand Prix dan 12 kemenangan di Sprint Race—rekor nyaris sempurna sejak GP Inggris. Namun sang juara dunia tetap bersikap realistis di tengah ekspektasi tinggi publik terhadap performanya.
“Inilah masalahnya: memahami dan menerima bahwa di beberapa hari Sabtu atau Minggu saya mungkin tidak menjadi yang tercepat di sana,” ujar Marquez usai balapan di Red Bull Ring, Austria.
“Karena ini adalah sesuatu di mana kami datang dengan banyak inersia, orang-orang berharap saya akan memenangkan segalanya. Tapi ini MotoGP, tidak seperti ini. Maksud saya, kami harus realistis dan memang benar bahwa di beberapa balapan kami akan menghadapi lebih banyak kesulitan,” lanjutnya.
Meski begitu, Marquez tetap menikmati momen dominasinya. “Saat ini kami menikmatinya. Balaton, saya pikir akan menjadi trek bagus lainnya bagi saya,” ungkapnya optimistis.
Kemenangan di Austria menjadi tonggak penting dalam karier Marquez. Ini adalah kali pertama ia menang di sirkuit Red Bull Ring sepanjang kiprahnya di MotoGP—setelah beberapa kali nyaris menang saat masih bersama Honda.
Kini, hanya tiga sirkuit tersisa dalam kalender musim ini yang belum pernah ia taklukkan: Balaton Park (debut musim ini), Mandalika, dan Portimao.



