JAKARTA – Carlos Espí resmi diperkenalkan sebagai pemain Real Madrid setelah mencetak gol kemenangan dalam laga pembuka LaLiga melawan Espanyol.
Striker berusia 21 tahun itu menjalani presentasi secara tertutup di ruang dewan Real Madrid City pada Minggu.
Presiden Florentino Pérez dan presiden kehormatan José Martínez “Pirri” turut mendampingi Espí dalam agenda tersebut.
Real Madrid mengikat Espí dengan kontrak jangka panjang yang berlaku hingga Juni 2031.
Presentasi itu menjadi puncak dari periode singkat namun mengesankan sejak Espí meninggalkan Levante pada akhir Juli.
Mengutip laporan SB Nation, Senin, Real Madrid mengaktifkan klausul pelepasan Espí senilai €25 juta atau sekitar Rp517,3 miliar.
Transfer tersebut dirampungkan pada 30 Juli setelah departemen olahraga Madrid bergerak cepat mengamankan tanda tangan sang penyerang.
José Ángel Sánchez dan Juni Calafat disebut terlibat dalam proses perekrutan yang berlangsung melalui komunikasi dengan José Mourinho.
Sehari setelah kesepakatan tercapai, Espí langsung berlatih bersama skuad baru di kompleks Valdebebas.
Meski belum menjadi pilihan utama, Espí sudah menunjukkan efektivitas luar biasa dalam lima penampilan pertamanya.
Ia telah mencetak tiga gol setelah membobol gawang Ferencvaros dan Schalke pada pramusim sebelum menentukan kemenangan atas Espanyol.
Gol terpentingnya datang di Cornellà ketika Espí menjadi penentu kemenangan 2-1 Real Madrid dalam pertandingan pembuka LaLiga.
Produktivitas Espí semakin menarik karena ia hanya melepaskan enam tembakan dalam lima pertandingan bersama Madrid.
Dari enam percobaan tersebut, lima tembakan tepat sasaran dan tiga di antaranya berakhir menjadi gol.
Catatan itu menunjukkan ketajaman Espí sekaligus kemampuannya memaksimalkan peluang meski mendapatkan kesempatan terbatas.
Perkembangan karier Espí berlangsung sangat cepat jika dibandingkan dengan situasinya pada awal musim sebelumnya bersama Levante.
Ia sempat kesulitan memperoleh menit bermain sebelum kedatangan pelatih Luis Castro mengubah perannya pada paruh kedua kompetisi.
Kepercayaan tersebut membuat Espí mendapat tempat reguler dan menutup musim dengan 11 gol dari 25 pertandingan.
Kontribusinya turut membantu Levante bertahan dari ancaman degradasi hingga kemudian menarik perhatian klub-klub besar.
Performa tersebut bahkan memunculkan pembahasan mengenai peluang Espí masuk skuad Spanyol untuk Piala Dunia 2026.
Kini, tantangan terbesar Espí adalah mempertahankan konsistensi ketika harus bersaing dengan deretan penyerang elite di Real Madrid.
Dalam wawancara dengan televisi klub, Espí mengungkapkan kebanggaannya setelah resmi menjadi bagian dari klub raksasa Spanyol tersebut.
“Berada di Real Madrid adalah sebuah kehormatan, saya sangat bahagia untuk keluarga dan diri saya sendiri.”
“Saya akan memberikan seluruh kemampuan saya untuk klub ini.”
“Saya sangat terkesan melihat 15 gelar Liga Champions.”
“Klub ini luar biasa, mulai dari fasilitas, Santiago Bernabéu, hingga perhatian terhadap setiap detail.”
“Dalam sepak bola, skuad ini adalah yang terbaik di dunia.”
“Hari-hari ini terasa luar biasa dan saya tidak sabar bermain di Bernabéu serta bertemu para penggemar.”
Espí juga mengungkapkan bahwa perayaan gol kemenangan atas Espanyol membuat waktu istirahatnya menjelang presentasi menjadi sangat singkat.
“Di antara kegembiraan setelah mencetak gol di Cornellà dan antusiasme datang ke presentasi, saya hanya tidur sebentar.”
“Momen gol itu luar biasa, kami semua sangat euforia dan saya bangga melihat semua orang begitu bahagia untuk saya.”
Dalam sesi foto resmi, Espí berdiri bersama Pérez sambil mengenakan jersey Real Madrid bernomor punggung 19.
Nomor tersebut sebelumnya pernah digunakan Luka Modric pada periode awal kariernya bersama Real Madrid.
Kedatangan Espí kini menjadi salah satu cerita menarik di awal perjalanan Real Madrid musim ini setelah sang pemain langsung memberikan dampak meski baru bergabung.***



