JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan pejuang Timor Timur ke Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (28/8/2025), dalam acara silaturahmi yang penuh makna.
Pertemuan tersebut dihadiri tokoh-tokoh penting, termasuk mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, serta sejumlah mantan pejuang lainnya.
Acara ini menjadi momen nostalgia bagi para undangan yang pernah terlibat dalam perjuangan di Timor Timur. Hendropriyono, yang tiba bersama tokoh lain, tampak hangat bersalaman dan berbincang sebelum memasuki Istana. Ia menyebut pertemuan ini sebagai ajang silaturahmi biasa, meski belum mengetahui agenda pasti yang akan dibahas bersama Presiden Prabowo.
“Ya silaturahmi biasa dengan teman-teman,” kata Hendropriyono.
Ia juga mengenang masa-masa perjuangannya di Timor Timur dengan penuh nostalgia. “Wah banyak nostalgia,” ujarnya singkat, tanpa membeberkan detail kenangan tersebut.
Tak lama setelahnya, Agum Gumelar tiba dan berbagi cerita tentang pengalamannya. Ia mengenang pertemuan dengan pimpinan Partai Fretilin sektor barat, Francisco Ferasidi, sebagai momen yang paling membekas.
“Bertemu dengan pimpinan Partai Fretilin sektor barat Francisco Ferasidi itu yang paling saya ingat,” terang Agum.
Selain Hendropriyono dan Agum, sejumlah tokoh lain juga hadir, seperti Zacky Anwar Makarim, Fauka Noor Farid, Edhy Prabowo, Wiranto, dan beberapa mantan pejuang Timor Timur lainnya. Kehadiran mereka menambah suasana keakraban dalam pertemuan ini.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang reuni, tetapi juga menunjukkan perhatian Presiden Prabowo terhadap para tokoh yang memiliki peran penting dalam sejarah Timor Timur. Meski agenda resmi belum diungkap, acara ini dipandang sebagai upaya mempererat hubungan dan mengenang perjuangan masa lalu.