LONDON – Ribuan orang menggelar unjuk rasa besar di pusat kota London, Selasa (9/9/2025), untuk menentang kunjungan Pimpinan Israel, Isaac Herzog, yang dijadwalkan tiba di Inggris pada malam tersebut. Aksi protes yang digelar di depan Kantor Perdana Menteri Inggris ini merupakan respons terhadap kunjungan Herzog yang dianggap kontroversial, mengingatt serangan brutal Israel di Gaza.
Para demonstran, yang mayoritas membawa bendera Palestina, mengecam Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, karena mengizinkan kunjungan Herzog. Mereka menuntut agar pemerintah Inggris segera mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel tersebut, dengan tuduhan terlibat dalam pembunuhan warga sipil secara massal di Gaza.
“Keir Starmer, kamu tak bisa bersembunyi, kami menuduhmu melakukan genosida,” teriak para pengunjuk rasa, dilansir dari Anadolu. Mereka juga memanggil Herzog sebagai “presiden genosida” dan membawa berbagai spanduk protes terhadap kebijakan Israel di Gaza. Selain itu, massa meneriakkan slogan-slogan pro-Palestina dan menuntut keadilan atas penderitaan yang dialami warga Gaza akibat serangan militer Israel.
Herzog, yang melakukan kunjungan selama tiga hari ke London, diperkirakan akan bertemu dengan Starmer, anggota parlemen, perwakilan publik, serta tokoh media. Namun, kunjungannya mendapat kritik keras dari beberapa politisi Inggris yang menilai kunjungan tersebut tidak sensitif terhadap tragedi yang sedang terjadi di Gaza.
Beberapa anggota parlemen Inggris telah meminta agar Starmer menghindari pertemuan dengan Herzog, mengingat serangan brutal Israel yang telah menyebabkan lebih dari 64.000 warga Palestina tewas dan memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza. Puluhan anggota parlemen juga menulis surat kepada Perdana Menteri untuk menyatakan keprihatinan mereka atas keputusan mengizinkan kunjungan tersebut.
Herzog’s visit is amid an ongoing genocide-like military assault on Gaza, which has destroyed much of the enclave and triggered widespread hunger. This ongoing conflict follows a series of war crimes accusations, including an arrest warrant issued by the International Criminal Court (ICC) in November for Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu and former Defense Minister Yoav Gallant.
Protes ini mencerminkan ketegangan global terhadap kebijakan Israel dan mendesak masyarakat internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap pelanggaran hak asasi manusia di Gaza.