JAKARTA – Presiden Indonesia Prabowo Subianto memanfaatkan panggung bergengsi Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York untuk menyuarakan jeritan rakyat Gaza yang terdampak konflik bersenjata.
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan komitmen Indonesia dalam mendorong penyelesaian damai konflik global, termasuk situasi kemanusiaan yang memilukan di wilayah tersebut akibat serangan militer Israel.
Pertemuan tahunan Sidang Umum PBB 2025 yang berlangsung pekan ini menjadi ajang strategis bagi para pemimpin dunia untuk membahas isu-isu krusial seperti konflik Timur Tengah, perubahan iklim, dan stabilitas global.
Prabowo, yang tampil sebagai salah satu pembicara utama, memilih isu Gaza sebagai fokus utama pidatonya. Kehadiran Indonesia di posisi ketiga setelah Brasil dan Amerika Serikat menegaskan peran penting negara kita di panggung internasional.
Dalam pernyataan resminya di Jakarta, Kamis (25/9/2025), Prabowo mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan emas tersebut.
“Saya kira ini suatu kehormatan. Saya bisa bicara termasuk dikasih urutan yang terhormat ya, habis Brazil yang selalu nomor satu, Amerika yang selalu nomor dua, baru kasih kesempatan kepada Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Presiden ke-8 RI ini menjelaskan bagaimana ia memaksimalkan forum tersebut untuk menyampaikan posisi tegas Indonesia.
“Alhamdulillah saya menggunakan panggung itu untuk menyampaikan sikap kita, sikap Indonesia, terutama mendorong penyelesaian konflik di semua tempat,” tambah Prabowo.
Pernyataan ini sejalan dengan diplomasi aktif Indonesia yang konsisten mendukung gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan bagi korban konflik di Gaza, di mana ribuan warga sipil telah menjadi korban sejak eskalasi kekerasan tahun lalu.
Latar Belakang Konflik Gaza dan Respons Indonesia
Konflik di Gaza, yang melibatkan Hamas dan Israel, telah menimbulkan krisis kemanusiaan parah dengan laporan korban jiwa mencapai puluhan ribu dan jutaan orang mengungsi. Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, telah berulang kali menyuarakan keprihatinan melalui forum PBB, termasuk pengiriman bantuan medis dan makanan senilai miliaran rupiah sejak 2023.
Pidato Prabowo ini diharapkan menjadi katalisator bagi upaya internasional untuk mediasi damai. Para analis politik menilai langkah ini memperkuat citra Indonesia sebagai penjaga perdamaian global, sekaligus membuka peluang kerjasama bilateral dengan negara-negara Timur Tengah.
“Indonesia tidak hanya bicara, tapi juga bertindak,” kata seorang pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia, yang memuji pendekatan diplomatik Prabowo.
Dampak Pidato Prabowo di PBB
Reaksi positif dari komunitas internasional mulai terlihat, dengan beberapa delegasi PBB menyambut baik seruan Prabowo untuk dialog inklusif. Di tengah ketegangan geopolitik saat ini, suara Indonesia di Sidang Umum PBB 2025 ini berpotensi memengaruhi resolusi mendatang terkait Gaza.
Pemerintah RI juga berencana menggelar konferensi regional untuk mendukung inisiatif perdamaian pasca-pidato tersebut.