JAKARTA – Analisis visual dan investigasi mendalam oleh kantor berita Reuters mengungkap fakta yang bertentangan dengan penjelasan resmi militer Israel terkait serangan mematikan ke Rumah Sakit Nasser di Gaza pada 25 Agustus lalu.
Dilansir dari Reuters, Jumat (26/9/2025), serangan tersebut menewaskan 22 orang, termasuk lima jurnalis. Menurut pernyataan awal dari pejabat militer Israel, serangan itu ditujukan pada sebuah kamera milik Hamas yang terdeteksi melalui rekaman drone. Namun, bukti visual dan pelaporan lanjutan Reuters menunjukkan bahwa kamera tersebut sebenarnya milik Reuters dan telah lama digunakan oleh salah satu jurnalisnya di lokasi.
Dalam perkembangan terbaru, pejabat militer Israel mengakui bahwa serangan dilakukan tanpa persetujuan dari komandan regional senior yang bertanggung jawab atas operasi di Gaza. Pengakuan ini muncul setelah Reuters menyampaikan hasil investigasinya kepada Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Temuan ini memicu pertanyaan serius tentang prosedur militer Israel dan akurasi intelijen dalam operasi bersenjata, terutama ketika menyangkut keselamatan warga sipil dan pekerja media.