Isu potongan komisi untuk pengemudi ojek online kembali menghangat. Survei terbaru dari Paramadina Public Policy Institute menunjukkan bahwa mayoritas driver Gojek justru lebih setuju dengan potongan komisi sebesar 20 persen, asalkan dibarengi dengan promo, insentif, dan manfaat tambahan yang nyata.
Survei yang melibatkan lebih dari 1.600 mitra pengemudi Gojek dari kota-kota besar seperti Jabodetabek, Bandung, Medan, dan Makassar ini dilakukan pada mitra yang sudah bergabung lebih dari lima tahun. Hasilnya, sekitar 60,8 persen driver menilai potongan 20 persen masih rasional karena sebagian besar dana tersebut dialokasikan untuk promo pelanggan, insentif, serta manfaat seperti diskon perawatan kendaraan dan paket data internet.
Para driver mengungkapkan bahwa promo penting untuk meningkatkan jumlah orderan sehingga pendapatan tetap stabil meskipun komisi dipotong lebih besar. Peneliti Paramadina menekankan bahwa transparansi dan dialog terbuka antara perusahaan, mitra pengemudi, dan pemerintah menjadi kunci menjaga keseimbangan ekosistem transportasi online ke depan.
Meski begitu, sejumlah driver juga menilai insentif saat ini kurang jelas dibandingkan sebelumnya dan mendorong perusahaan aplikasi agar lebih terbuka dalam mekanisme bonus dan skema penghasilan. Dengan sistem komisi yang adil dan hubungan saling menguntungkan antara driver dan platform, diharapkan tercipta ekosistem ojek online yang lebih sehat di Indonesia.
Caption | Admin: Farraa
