JAKARTA – Polres Metro Jakarta Selatan berencana berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk memverifikasi identitas korban, setelah ditemukan ketidaksesuaian data pribadi di lokasi kejadian.
Perkembangan ini diungkapkan oleh pihak berwenang pada Rabu (8/10/2025), di tengah proses autopsi yang masih berlangsung di Rumah Sakit Polri (RS Polri).
Temuan awal menunjukkan adanya disparitas antara dokumen yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan catatan identitas resmi korban, memicu dugaan potensial pemalsuan atau kesalahan administratif yang perlu diusut tuntas.
Kejadian tragis ini bermula pada Kamis pekan lalu, sekitar 2 Oktober 2025, ketika warga setempat pertama kali menemukan jenazah korban di lokasi Pejaten. Tanpa membuang waktu, jenazah segera dievakuasi dan dibawa ke RS Polri untuk pemeriksaan medis mendalam.
Hingga kini, hasil autopsi masih ditunggu sebagai kunci utama untuk menentukan penyebab kematian, sementara tim penyidik terus mengumpulkan bukti pendukung.
Dalam upaya mempercepat pengungkapan kasus kematian terapis Pejaten, polisi telah memeriksa belasan saksi potensial. Langkah ini bertujuan menggali motif, kronologi, dan kemungkinan keterlibatan pihak lain di balik insiden misterius tersebut.
“Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan Dukcapil terkait identitas asli korban, karena memang data yang ditemukan di TKP dan data aslinya ada sedikit perbedaan. Jadi kami perlu dalami lebih lanjut,” ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Citra Ayu, saat ditemui di kantornya, Rabu (8/10/2025).
Lebih lanjut, AKP Citra Ayu menjelaskan bahwa pemeriksaan saksi telah melibatkan berbagai kalangan terkait. “Saksi-saksi yang sudah kami periksa kurang lebih ada 14–15 orang, termasuk rekan-rekan terapisnya, security, manajer, serta warga yang pertama kali menemukan jenazah di TKP,” ungkapnya.
Kasus ini menarik perhatian publik karena lokasinya yang berada di pusat aktivitas urban Jakarta Selatan, di mana layanan terapi dan kesehatan sering menjadi sorotan.
Polisi menekankan komitmen untuk menjaga transparansi sepanjang proses, sambil memastikan hak privasi korban dan keluarganya terlindungi.
Update terbaru terkait hasil autopsi dan verifikasi identitas diharapkan segera diumumkan, guna mencegah spekulasi liar di media sosial.
Pihak Polres Metro Jakarta Selatan juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus kematian terapis di Pejaten untuk segera melapor. Kontak darurat dapat dihubungi melalui nomor hotline polisi setempat.