JAKARTA – Bek senior Inggris Kyle Walker akhirnya menyesali keputusannya meninggalkan Manchester City pada bursa transfer Januari 2025, langkah yang kini ia sebut sebagai salah satu keputusan paling egois dalam kariernya.
Sebagai kapten tim saat itu, Walker mengaku seharusnya tetap berada di Etihad Stadium untuk mendukung tim yang tengah berjuang mempertahankan performa di berbagai kompetisi besar.
Keputusan Walker meninggalkan City muncul setelah ia mulai kehilangan tempat di skuad utama, dengan posisinya sebagai bek kanan kerap digantikan oleh Matheus Nunes dan Rico Lewis.
Pemain berusia 35 tahun itu akhirnya memilih menerima pinangan AC Milan dengan status pinjaman, berharap mendapat menit bermain lebih banyak setelah merasa terpinggirkan dari skuad utama Pep Guardiola.
“Haruskah saya pergi dan dipinjamkan ke AC Milan? Saya kapten klub dan Anda orang pertama ketika keadaan tidak berjalan baik. Saat itu haruskah saya pergi? Kalau saya pikir-pikir lagi, mungkin seharusnya tidak,” ucap Walker seperti dilansir dari Daily Mail.
Walker menambahkan bahwa keputusan tersebut muncul dari dorongan pribadi yang kuat untuk tetap bermain di level tertinggi, meskipun hal itu membuatnya meninggalkan tim yang telah dianggap sebagai keluarga.
“Seharusnya saya berdiri di samping rekan setim saya, di samping teman-teman, dan orang-orang yang saya anggap keluarga.”
“Tapi, mungkin pertama kalinya dalam karier, saya egois dan hanya memikirkan diri sendiri. Saya hanya ingin bermain sepak bola,” lanjut Walker yang kini memperkuat Burnley.
Meski mengakui alasan ingin bermain bukan hal yang salah, Walker menyadari bahwa tindakannya meninggalkan City justru menciptakan penyesalan mendalam yang sulit ia lupakan.
“Saya tidak menganggapnya sebagai alasan yang buruk, tetapi saya tidak senang hanya duduk di bangku cadangan,” ujarnya.
“Saya merasa masih punya kesempatan untuk membuktikan bahwa saya masih bisa bermain di level tinggi. Ketika klub seperti AC Milan datang, saya rasa saya tidak akan bisa menolaknya.”
Kini, Walker berupaya menata ulang kariernya bersama Burnley, namun bayang-bayang penyesalan meninggalkan Manchester City tampaknya masih membekas kuat dalam pikirannya.***