KRETA, YUNANI – Perseteruan keluarga yang membara berujung pada insiden penembakan massal mengerikan di Desa Vorizia, Pulau Kreta, Yunani, Sabtu (1/11/2025) pagi waktu setempat. Setidaknya dua orang tewas, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka serius, menambah noda gelap pada catatan kekerasan antar-keluarga di wilayah tersebut.
Korban jiwa pertama adalah seorang pria berusia 39 tahun, sementara korban kedua adalah seorang wanita berusia 56 tahun. Menurut laporan Kantor Berita Athena, tidak kurang dari 10 orang mengalami luka tembak, dengan empat di antaranya segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dua pria yang termasuk dalam kelompok korban luka kini menjadi sorotan polisi karena diduga terlibat dalam aksi penembakan tersebut.
Insiden ini dipicu oleh akar dendam keluarga yang dalam, di mana perselisihan lama sering kali dipicu oleh rasa balas dendam, penghinaan pribadi, dan konflik yang tak terselesaikan. Kreta sendiri dikenal sebagai wilayah dengan sejarah panjang kasus kekerasan serupa, di mana tradisi balas dendam antar-klan masih membayangi kehidupan masyarakat pedesaan.
Peristiwa berdarah ini sebenarnya menjadi klimaks dari eskalasi yang sudah tercium sejak malam sebelumnya. Pada Jumat (31/10/2025) malam, sebuah ledakan dahsyat mengguncang lokasi konstruksi di sekitar desa akibat penempatan bom rakitan. “Serangan itu menyusul sebuah ledakan pada Jumat malam di sebuah lokasi konstruksi tempat sebuah bom diletakkan,” ujar seorang petugas polisi setempat, seperti dikutip dari Reuters.
Respons aparat penegak hukum bergerak cepat untuk meredam potensi kekacauan lanjutan. Pejabat tinggi Polisi Yunani, termasuk kepala kepolisian nasional dan pimpinan unit anti-kejahatan terorganisir, langsung menuju Kreta pada hari yang sama. Sebuah regu khusus dari Athena juga dikerahkan untuk melakukan patroli intensif di Desa Vorizia, guna mencegah eskalasi lebih lanjut dalam konflik keluarga yang berpotensi memakan lebih banyak korban.
Hingga Minggu (2/11/2025) pagi, penyidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku utama dan motif mendalam di balik tragedi ini. Kasus penembakan massal akibat dendam keluarga seperti ini bukan hal asing di Yunani, terutama di pulau-pulau seperti Kreta yang kental dengan budaya klan. Para ahli sosial menyerukan intervensi lebih dini dari pemerintah untuk mediasi konflik, agar sejarah tragis ini tak berulang.
Update terbaru dari otoritas setempat menegaskan bahwa situasi di Vorizia kini terkendali, meski ketegangan masih menyelimuti desa kecil itu. Masyarakat internasional, termasuk komunitas diaspora Yunani, menyaksikan dengan prihatin bagaimana dendam pribadi bisa berubah menjadi bencana kolektif.