BANTEN – Curah hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, sejak Rabu pukul 07.30 WIB memicu luapan Sungai Ciliman dan banjir bandang di empat kecamatan. Genangan air mencapai delapan desa, memaksa ribuan warga menghadapi risiko kesehatan dan kerugian materi.
Data terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan wilayah terdampak meliputi Kecamatan Angsana, Cikeusik, Sobang, dan Panimbang. Desa-desa yang tergenang antara lain:
- Kecamatan Angsana: Cikayas, Sumur Laban, Pada Mulya
- Kecamatan Cikeusik: Curugciung, Sumur
- Kecamatan Sobang: Bojen
- Kecamatan Panimbang: Gombong, Mekarsari
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mencatat banjir ini menimpa 885 kepala keluarga atau setara 3.181 jiwa. “Pendataan masih berlangsung intensif di lapangan,” ujar pihak BPBD. Tinggi muka air bervariasi dari 30 hingga 80 sentimeter, tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga dua sekolah dan satu ruas jalan utama yang sempat terisolasi.
Hingga Kamis, air banjir belum surut total di sejumlah titik, sementara hujan dengan intensitas sedang masih mengguyur area tersebut. BPBD setempat telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk pendataan ulang serta distribusi bantuan logistik darurat.
Upaya penanganan melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBDPK Kabupaten Pandeglang, aparatur kecamatan dan desa, Tagana Kecamatan Sobang, serta relawan lokal. Kebutuhan prioritas warga mencakup paket logistik tanggap darurat, terpal penutup, selimut hangat, obat-obatan esensial, serta tikar atau matras untuk pengungsian sementara.
BNPB memantau ketat perkembangan lapangan melalui koordinasi dengan BPBD Provinsi Banten dan Kabupaten Pandeglang, memastikan respons darurat berjalan efisien dan tepat sasaran. BNPB juga menghimbau warga Banten untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan ekstrem lanjutan, dengan langkah mitigasi seperti membersihkan saluran drainase, mengamankan aset berharga di tempat tinggi, serta memantau prakiraan cuaca dari BMKG.