JAKARTA – Struktur kepengurusan baru Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) periode 2026-2031 atau 1447-1452 H resmi dikukuhkan di Jakarta, Minggu (24/5/2026). Momentum ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional dengan melibatkan tokoh pemerintah, dunia usaha, dan akademisi.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono ditetapkan sebagai Ketua Harian MES mendampingi Ketua Umum Rosan P. Roeslani, yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi serta CEO Danantara. Pengukuhan dilakukan oleh K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden RI periode 2019-2024 sekaligus Ketua Dewan Pembina PP MES.
Dalam sambutannya, Ferry menegaskan komitmen MES untuk mendampingi UMKM dan koperasi dalam mengembangkan bisnis berbasis syariah. “MES hadir bukan hanya sebagai forum wacana, tetapi sebagai instrumen operasional yang memberi dampak nyata. Kami akan memastikan UMKM, koperasi, dan industri halal mendapat dukungan penuh dari ekosistem syariah,” ujarnya.
Mengusung tema “Mewujudkan Kepemimpinan Kolaboratif untuk Ekonomi Syariah yang Berdaya Saing dan Berdampak Luas”, kepengurusan baru MES diharapkan mampu mendorong pengembangan ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, MES akan memperkuat kolaborasi dengan Ikatan Ahli Ekonomi Islam dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) untuk riset dan pengembangan konsep ekonomi syariah yang aplikatif. Ferry menekankan pentingnya fokus pada sektor riil. “Ekonomi syariah ke depan harus lebih fokus ke sektor riil. Salah satu kuncinya adalah penguatan koperasi desa yang menjadi penggerak ekonomi di tingkat akar rumput,” katanya.
Dengan kepengurusan baru ini, MES optimistis dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat produsen halal dunia.