JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu, 8 Juli 2026 dengan koreksi tipis di tengah dominasi aksi jual pada mayoritas saham.
IHSG dibuka di level 5.984,18 setelah terkoreksi 2,23 poin atau 0,04 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan awal bursa menunjukkan tekanan masih membayangi pasar meski pelemahannya relatif terbatas.
Sebagian besar emiten bergerak di zona merah pada awal sesi perdagangan.
Data perdagangan mencatat 387 saham melemah, 128 saham menguat, sedangkan 163 saham tidak mengalami perubahan harga.
Kondisi tersebut mencerminkan investor masih mengambil sikap hati-hati menyikapi berbagai sentimen yang memengaruhi pasar.
Meski demikian, pelemahan pada pembukaan terjadi setelah IHSG mencatat penguatan signifikan sehari sebelumnya.
Pada perdagangan sebelumnya, indeks berhasil melonjak 70,43 poin atau 1,19 persen hingga ditutup di level 5.986.
Kenaikan tersebut terutama ditopang penguatan saham sektor properti dan real estat yang menjadi sektor dengan performa terbaik.
Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas menilai ruang koreksi IHSG masih relatif terbatas.
“Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi melemah terbatas dengan support dan resistance 5.640 – 6.000,” tulis Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam riset hariannya, Rabu, 8 Juli 2026.
Pilarmas juga menempatkan saham BRPT dan ASII sebagai emiten yang layak masuk radar investor pada perdagangan hari ini.
Sementara itu, Tim Riset Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang bergerak fluktuatif atau mixed di kisaran 5.900 hingga 6.000.
Prospek tersebut dipengaruhi perpaduan sentimen positif dari dalam negeri dan faktor negatif yang masih membayangi pasar.
“IHSG ditutup di atas level MA20 dan MACD masih menunjukkan minat beli, namun beberapa sentimen negatif diperkirakan berpotensi terjadinya profit taking. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi bergerak mixed pada kisaran 5900-6000,” tulis Tim Phintraco Sekuritas.
Menurut Phintraco, salah satu faktor yang menopang optimisme pasar ialah meningkatnya cadangan devisa Indonesia.
Cadangan devisa pada Juni 2026 naik menjadi 145,6 miliar dolar AS dari 144,9 miliar dolar AS pada Mei 2026.
Peningkatan tersebut dinilai memperkuat fundamental eksternal perekonomian nasional.
Namun, investor juga mencermati potensi pelebaran defisit APBN 2026.
Defisit diproyeksikan mencapai sekitar Rp734,3 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Prospek tersebut berpotensi memicu aksi ambil untung atau profit taking di pasar saham.
Untuk perdagangan hari ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham HMSP, CPIN, PGEO, SMGR, dan BBNI.
Pelaku pasar diperkirakan tetap menunggu perkembangan indikator ekonomi domestik sebagai penentu arah IHSG pada sesi perdagangan berikutnya.***