JAKARTA – Sedikitnya 28 orang tewas dan dua lainnya dilaporkan hilang setelah tambang emas ilegal runtuh di Angola, Afrika Bagian Tengah, Sabtu (23/5/2026).
Peristiwa tragis ini terjadii di Provinsi Bengo, timur laut Luanda, ibu kota negara tersebut.
Polisi menyebut para korban berusia antara 18 hingga 40 tahun, termasuk 13 orang dari satu keluarga yang terkubur dalam longsoran tanah. “Insiden itu terjadi pada hari Sabtu, dan operasi pencarian serta penyelamatan untuk dua korban lain yang terjebak masih berlangsung,” ujar juru bicara kepolisian Gaspar Luis Inacio, dilansir Anadolu, Senin (25/5/2026).
Di rumah sakit pusat Francisco Rodrigues, Bengo, tiga korban luka mendapat perawatan. “Ketiga pasien tersebut sadar dan sudah aman. Tidak ada kebutuhan mendesak untuk dipindahkan ke fasilitas medis lain,” kata pengawas kesehatan rumah sakit itu kepada wartawan.
Tragedi ini menambah daftar panjang kecelakaan tambang ilegal di Angola, yang kerap menelan korban jiwa akibat minimnya standar keselamatan.


