JAKARTA – Ipda Purnomo, anggota Polres Lamongan yang dikenal lewat kegiatan sosialnya, memutuskan menghentikan monetisasi kanal YouTube Purnomo Belajar Baik mulai Oktober 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah Purnomo didatangi seorang petugas yang menanyakan pendapatan dari aktivitas media sosialnya. Meski sempat berniat menutup kanal secara keseluruhan, Purnomo akhirnya memilih tetap membuat konten dan hanya menghentikan pemasukan dari AdSense.
“Saya tadinya mau tutup akun YouTube, tapi banyak orang dan subscriber yang telepon agar tidak ditutup akun YouTube-nya,” ujar Purnomo, Selasa (29/9/2026).
Purnomo Tetap Bikin Konten di YouTube
Purnomo menjelaskan, keputusan menghentikan monetisasi bukan berarti dirinya berhenti mengunggah konten. Kanal Purnomo Belajar Baik tetap digunakan untuk membagikan berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Kontennya selama ini antara lain memperlihatkan aktivitas membantu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), mendampingi anak yatim piatu, serta menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Berdasarkan laporan tvOneNews, kanal tersebut telah memiliki lebih dari 2,7 juta subscriber dan menghasilkan puluhan ribu hingga ratusan ribu penonton dari berbagai video yang diunggah.
Didatangi Petugas dan Ditanya soal Penghasilan
Purnomo mengatakan, keputusan menghentikan monetisasi muncul setelah dirinya kedatangan seorang petugas dari instansi pemerintah pada Senin (28/9/2026).
Menurut Purnomo, petugas tersebut membawa surat tugas dan melakukan konfirmasi mengenai pendapatan atau AdSense yang diperoleh dari aktivitas media sosialnya.
Purnomo sempat memberikan akses terhadap informasi rekening untuk memperlihatkan aliran dana yang berkaitan dengan aktivitas tersebut. Namun, sejumlah pemberitaan kemudian memunculkan dugaan bahwa kedatangan petugas berkaitan dengan urusan pajak.
Purnomo sendiri tidak secara tegas menyebut bahwa kanalnya ditutup karena masalah pajak. Ia hanya menyampaikan bahwa dirinya didatangi pihak yang melakukan pengecekan mengenai penghasilan dari media sosial.
Monetisasi Dihentikan untuk Hindari Fitnah
Purnomo mengatakan dirinya memilih tidak lagi mengambil pendapatan dari AdSense YouTube. Ia menilai keputusan tersebut dapat mengurangi anggapan negatif mengenai tujuan dirinya membuat konten sosial.
“Pak Purnomo itu bukan untuk mencari kepentingan, keuntungan, memperkaya diri sendiri, tetapi murni membantu orang lain,” tegasnya.
Ia juga menyebut penghentian monetisasi dilakukan untuk menghindari munculnya fitnah atau prasangka dari masyarakat terkait penggunaan pendapatan YouTube.
Dengan keputusan tersebut, aktivitas sosial Purnomo melalui kanal YouTube tetap berlanjut. Perbedaannya, mulai Oktober 2026, kanal tersebut tidak lagi digunakan untuk memperoleh pemasukan melalui monetisasi.