JAKARTA – Kepemimpinan wasit Francois Letexier saat Argentina menundukkan Mesir memicu polemik yang terus bergulir hingga mengundang komentar dua legenda Manchester United.
Gary Neville dan Roy Keane menilai sejumlah keputusan penting sepanjang laga memunculkan kesan bahwa tim besar lebih sering memperoleh keuntungan.
Komentar keduanya disampaikan dalam program ITV yang kemudian dikutip harian The Sun pada Rabu, 8 Juli 2026.
Argentina menutup pertandingan di Stadion Atlanta dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir setelah duel berlangsung sengit sejak menit awal untuk merebut tiket perempat final Piala Dunia 2026.
Perdebatan bermula ketika gol Mostafa Ziko pada menit ke-67 dibatalkan usai Francois Letexier meninjau tayangan VAR.
Wasit asal Prancis itu menganggap terdapat pelanggaran pada awal proses serangan sehingga gol Mesir tidak disahkan.
Kontroversi kembali muncul saat Mohamed Salah terjatuh di kotak penalti setelah kontak dengan Julian Alvarez pada masa injury time.
Tayangan siaran memperlihatkan kaki Alvarez mengenai kaki kanan Salah, tetapi pertandingan tetap dilanjutkan tanpa penalti maupun tinjauan VAR.
Keputusan tersebut membuka jalan bagi Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan Argentina pada menit ke-92.
Pemain serta ofisial Mesir langsung melayangkan protes, tetapi wasit tetap pada keputusannya.
Pelatih Mesir, Hossam Hassan, bahkan menerima kartu kuning setelah memprotes keputusan tersebut.
Neville meragukan keputusan serupa akan diambil jika situasinya melibatkan Argentina.
“Kemungkinannya kecil,” ujarnya singkat.
Roy Keane sepakat bahwa keputusan penting dalam pertandingan kerap memberi keuntungan kepada tim yang memiliki nama besar.
“Tampaknya tim-tim besar diuntungkan oleh keputusan-keputusan seperti ini,” ujarnya.
Meski mengkritik kepemimpinan wasit, Keane tetap mengakui keberhasilan Argentina meraih kemenangan.
Ia menegaskan keputusan wasit bisa menguntungkan ataupun merugikan setiap tim yang bertanding.
“Keputusan wasit bisa menguntungkan atau merugikan siapa saja,” ujarnya.
“Namun, sering kali tim-tim besar yang terlihat lebih mendapat keuntungan dari situasi seperti ini.”***