JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengalokasikan dana sebesar Rp20 triliun untuk membiayai langsung peternak ayam pedaging dan petelur di seluruh Indonesia. Dana ini bukan untuk membangun peternakan baru oleh Danantara, melainkan untuk memperkuat kapasitas peternak yang sudah ada agar pasokan telur dan daging ayam tetap stabil di tengah lonjakan permintaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menegaskan bahwa dana tersebut murni untuk pembiayaan peternak.
“Jadi, anggaran sebesar Rp20 triliun itu untuk membiayai para peternak, bukan Danantara yang membangun peternakan sendiri,” ujar Nanik kepada wartawan .
Skema yang digagas adalah ekosistem terintegrasi antara BUMN di sektor hulu (pakan, obat-obatan, dan pembibitan) dengan peternak kecil dan menengah di hilir. Langkah ini diharapkan mampu menahan laju inflasi pangan yang mulai meningkat akibat tingginya kebutuhan MBG.
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyatakan bahwa proyek masih dalam tahap kajian mendalam.
“Infrastruktur, lokasi serta jadwal pembangunan masih dalam tahap studi,” kata Dony.
Meski demikian, sejumlah sumber internal menyebutkan implementasi lapangan dijadwalkan mulai Januari 2026 sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional pemerintahan baru.
Harga Telur Tembus Rp31.646/kg, Melampaui Harga Acuan
Kebijakan ini menjadi respons cepat pemerintah terhadap gejolak harga telur ayam ras yang terus naik sejak MBG digulirkan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada pekan kedua November 2025, harga rata-rata telur ayam ras mencapai Rp31.646 per kg atau naik 0,32 persen dalam sepekan, melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp30.000 per kg.
Kenaikan terjadi di 157 kabupaten/kota di Indonesia karena lonjakan permintaan untuk kebutuhan MBG. Saat ini, sebanyak 14.773 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan melayani 3.000–3.500 penerima manfaat per hari.
Untuk mengantisipasi tekanan lebih besar menjelang periode konsumsi tinggi seperti Natal–Tahun Baru, Ramadan, dan Idulfitri, Tim Koordinasi MBG telah membentuk lima Kelompok Kerja (Pokja), salah satunya Pokja Pasokan Bahan Baku Pangan yang fokus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komoditas strategis.
Dengan suntikan dana Rp20 triliun melalui Danantara, pemerintah berharap rantai pasok ayam dan telur tetap terkendali sehingga inflasi pangan dapat ditekan dan program makan bergizi gratis bagi jutaan anak Indonesia berjalan tanpa hambatan.