JAKARTA – Pemerintah pusat mempercepat penyaluran untuk korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat melalui operasi udara besar-besaran. Hingga 5 Desember 2025, sebanyak 22,7 ton pangan dan non-pangan berhasil didistribusikan lewat 47 sorti helikopter milik BNPB, Basarnas, dan TNI AU.
Operasi udara ini menyasar wilayah-wilayah terisolasi yang tidak bisa dijangkau kendaraan darat, seperti Kabupaten Agam, Solok, Lima Puluh Kota, Pesisir Selatan, dan Padang Pariaman. Pada Jumat (5/12), tujuh sorti helikopter mengangkut 2,6 ton dan mendistribusikannya ke Matur dan Palembayan (Agam), Maligi dan Talamau (Pasaman Barat), serta Muaro Aie (Pesisir Selatan).
Jenis yang diterima warga meliputi sembako, makanan siap saji, air mineral, obat-obatan, pakaian layak pakai, selimut, genset portable, hingga perangkat internet satelit untuk mendukung koordinasi lapangan.
Selain jalur udara, BNPB bersama pemerintah daerah juga terus menyalurkan logistik melalui jalur darat ke wilayah yang masih dapat dilalui truk dan kendaraan roda empat.
Kemlu Salurkan 16 Ton Bantuan dari Perwakilan RI di Luar Negeri
Di saat yang berbeda, Kementerian Luar Negeri menyerahkan kemanusiaan seberat 16 ton untuk korban bencana di tiga provinsi: Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Penyerahan dilakukan pada Jumat (5/12/2025) di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta.
Menteri Luar Negeri Sugiono secara simbolis menyerahkan tersebut kepada Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati. Paket berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, susu bayi, biskuit, dan obat-obatan itu langsung dipindahkan ke gudang Bandara Halim Perdanakusuma untuk segera diterbangkan ke daerah bencana.
Sugiono menegaskan bahwa ini merupakan wujud solidaritas para diplomat dan staf perwakilan RI di seluruh dunia terhadap masyarakat yang tertimpa musibah banjir dan tanah longsor.
Sementara itu, Raditya Jati menyatakan pihaknya akan memastikan seluruh sampai tepat sasaran. “Kami berterima kasih atas yang diberikan dan kami akan menyalurkannya kepada wilayah atau masyarakat yang terdampak,” ujarnya usai acara penyerahan, Sabtu (6/12/2025).
Hingga saat ini, operasi udara dan darat masih terus berlangsung untuk memenuhi kebutuhan mendesak ribuan warga yang rumahnya rusak serta terisolasi akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera pada akhir November lalu.