Kebakaran hebat yang diduga dipicu ledakan baterai drone di lantai dasar gedung tujuh lantai milik PT Terra Drone Indonesia pada Seals (9/12) siang telah merenggut nyawa setidaknya 22 orang.
Asap pekat yang menyelimuti seluruh lantai membuat evakuasi menjadi mimpi buruk bagi puluhan karyawan yang terjebak, sementara petugas pemadam kebakaran berjuang mati-matian untuk menyelamatkan siapa pun yang tersisa.
Tragedi ini tidak hanya menewaskan korban jiwa, tapi juga menyoroti risiko tersembunyi di balik teknologi canggih seperti drone yang semakin merajalela di era industri 4.0.
Terra Drone: Raksasa Drone Jepang
PT Terra Drone Indonesia bukan perusahaan sembarangan. Sebagai anak perusahaan Terra Drone Corporation asal Jepang, perusahaan ini adalah salah satu penyedia layanan drone terbesar di dunia, fokus pada survei udara, inspeksi infrastruktur, dan analisis data untuk sektor pertambangan hingga pertanian.
Kantor di Kemayoran ini menjadi pusat operasional utama di Indonesia, dengan klien dari berbagai industri yang bergantung pada teknologi drone mutakhir. Ironisnya, justru baterai drone—komponen kunci dari layanan mereka—diduga menjadi biang kerok tragedi ini.
Ledakan baterai lithium-ion, yang sering digunakan untuk drone, bukan hal baru. Fenomena “thermal runaway” bisa terjadi akibat overcharge, kerusakan fisik, atau korsleting, menghasilkan panas ekstrem yang memicu ledakan dan api tak terkendali.
Di Terra Drone, gudang lantai 1 kemungkinan menyimpan ratusan baterai semacam itu, mempercepat penyebaran api.
Respons Cepat: 29 Unit Damkar dan Dukungan Penuh Pemerintah
Tanggapan darurat datang kilat. Sebanyak 29 unit mobil pemadam kebakaran dengan 101 personel dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta dikerahkan, didukung tim SAR dari BPBD, PMI, Polri, TNI, dan Dinas Kesehatan.
Proses pendinginan gedung masih dilakukan untuk mencegah kebakaran susulan, sementara lalu lintas di sekitar Jalan Suprapto lumpuh total akibat evakuasi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, turun langsung ke lokasi pukul 18.00 WIB, mendengarkan briefing dari polisi dan petugas damkar. Pemprov DKI berjanji menanggung biaya pemakaman dan pengobatan korban, serta membuka hotline untuk informasi lebih lanjut.
“Kami prihatin atas kejadian ini dan akan selidiki penyebabnya secara tuntas,” tegas Pramono.
Pelajaran Berharga: Risiko Baterai Drone dan Keselamatan Kantor
Tragedi Terra Drone ini mengingatkan kita pada bahaya laten baterai lithium-ion, yang sering terabaikan di balik kemajuan teknologi. Di Indonesia, kebakaran akibat baterai elektronik meningkat 20% dalam dua tahun terakhir, menurut data BNPB.
Pakar keselamatan menyarankan penyimpanan baterai di area terisolasi, pemeriksaan rutin, dan instalasi sprinkler otomatis di gedung tinggi.