JAKARTA – Polisi resmi menangkap Michael Wishnu Wardana, Direktur Utama PT Terra Drone Indonesia, pada Rabu (10/12/2025). Penangkapan ini terkait kebakaran hebat yang melanda kantor perusahaan di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, sehari sebelumnya dan menewaskan 22 karyawan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra, membenarkan penangkapan tersebut.
“Yang bersangkutan sudah kami tangkap,” tegas AKBP Roby Saputra kepada wartawan.
Michael Wishnu sebelumnya dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi pada hari yang sama, namun tidak hadir.
“Dirut Terra Drone komunikasi dengan penyidik kami untuk klarifikasi, tapi tidak hadir,” ujar Roby.
Akibat ketidakhadirannya, polisi langsung melakukan penangkapan. Michael kini berstatus tersangka dan dijerat tiga pasal sekaligus:
- Pasal 187 KUHP tentang pembakaran yang disengaja
- Pasal 188 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kebakaran
- Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan kematian orang lain
Hingga Rabu malam, polisi telah memeriksa 10 saksi terdiri dari karyawan Terra Drone, warga sekitar, serta perwakilan dinas terkait. Pemilik gedung yang disewa perusahaan juga akan segera diperiksa.
“Iya pasti (pemilik gedung diperiksa),” kata Roby.
Kronologi Kebakaran yang Tewaskan 22 Orang, Termasuk Ibu Hamil 7 Bulan
Kebakaran terjadi pada Selasa (9/12/2025) siang. Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta menerima laporan pada pukul 12.43 WIB. Petugas tiba di lokasi tujuh menit kemudian dan api berhasil dipadamkan total pada pukul 14.10 WIB.
Pada sore harinya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengumumkan bahwa korban jiwa mencapai 22 orang, terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan.
“Untuk 22 korban sudah dibawa ke RS Polri,” ujar Susatyo.
Salah satu korban adalah perempuan hamil tujuh bulan. Mayoritas korban ditemukan di lantai 3, 4, dan 5 gedung enam lantai tersebut.
“Rata-rata korban meninggal ditemukan di lantai 3, 4, dan 5. Sebab yang berada di lantai 6 bisa langsung ke rooftop,” jelas Susatyo.
Penyebab utama kematian adalah kekurangan oksigen hingga lemas.
Pada Rabu (10/12/2025), seluruh jenazah korban kebakaran telah teridentifikasi dan dapat diambil keluarga untuk dimakamkan.
Penangkapan Dirut Terra Drone menjadi titik terang dalam penyidikan kebakaran yang menggemparkan ibu kota. Polisi masih mendalami apakah terdapat unsur kesengajaan atau kelalaian fatal di balik tragedi yang merenggut 22 nyawa tersebut.