Dua ekor panda raksasa yang menjadi daya tarik utama kebun binatang di Tokyo dijadwalkan dipulangkan ke China pada Januari mendatang. Kabar ini dilaporkan media Jepang pada Senin (15/12), dan berpotensi membuat Jepang kehilangan panda untuk pertama kalinya dalam setengah abad terakhir.
Kedua panda tersebut—Lei Lei dan Xiao Xiao—dipinjamkan ke Jepang dalam kerangka program “diplomasi panda” China. Sejak normalisasi hubungan diplomatik kedua negara pada 1972, panda hitam-putih ikonik ini telah menjadi simbol persahabatan antara Beijing dan Tokyo.
Saat ini, Jepang hanya memiliki dua panda, yang tinggal di Kebun Binatang Ueno, Tokyo. Namun Pemerintah Metropolitan Tokyo, pengelola kebun binatang tersebut, mengonfirmasi bahwa Lei Lei dan Xiao Xiao akan dipulangkan sebulan lebih awal dari masa pinjamannya yang seharusnya berakhir pada Februari 2026.
Pemerintah Tokyo disebut telah mengajukan permohonan agar kedua panda tetap tinggal karena popularitasnya yang luar biasa dan selalu menarik kerumunan pengunjung. Namun, menurut laporan harian bisnis Nikkei, pihak China tidak menyetujui permintaan tersebut.
Pada September tahun lalu, publik Tokyo juga sempat melepas kepergian induk Lei Lei dan Xiao Xiao yang kembali ke China. Ribuan penggemar terlihat memadati kebun binatang untuk memberikan salam perpisahan terakhir, banyak di antaranya menitikkan air mata saat menyaksikan panda kesayangan mereka untuk terakhir kalinya.
Harian Asahi Shimbun melaporkan bahwa Pemerintah Tokyo kini tengah mengupayakan peminjaman sepasang panda baru. Meski demikian, peluang kedatangan panda pengganti sebelum kepulangan Lei Lei dan Xiao Xiao dinilai kecil.
Rencana pemulangan ini terjadi di tengah memburuknya hubungan Jepang dan China. Ketegangan meningkat setelah Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi, mengisyaratkan kemungkinan intervensi militer Tokyo jika terjadi serangan terhadap Taiwan. Pernyataan tersebut memicu kemarahan Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.
Meski demikian, Kepala Juru Bicara Pemerintah Jepang, Minoru Kihara, menegaskan bahwa panda memiliki peran penting dalam menjaga hubungan bilateral.
“Pertukaran melalui panda telah berkontribusi dalam mempererat perasaan antara masyarakat Jepang dan China. Kami berharap pertukaran seperti ini dapat terus berlanjut,” ujar Kihara dalam konferensi pers rutin.
Ia juga menyebutkan bahwa sejumlah pemerintah daerah dan kebun binatang di Jepang telah menyatakan minat untuk menerima panda pinjaman, meskipun belum dipastikan apakah pemerintah pusat secara resmi telah mengajukan permohonan baru ke China.
Kebun Binatang Ueno selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu penerima utama manfaat diplomasi panda. Kebun binatang ini telah bekerja sama dengan fasilitas di China dan Amerika Serikat dalam upaya pengembangbiakan panda raksasa.
Lei Lei dan Xiao Xiao lahir pada 2021 dari induknya, Shin Shin, yang tiba di Jepang pada 2011 dan dipulangkan ke China tahun lalu.
Upaya mengembangbiakkan panda di lingkungan kebun binatang dikenal sangat sulit, mengingat tantangan reproduksi, kehamilan semu, serta tingginya angka kematian bayi panda yang baru lahir.
