JAKARTA — FIFA secara resmi mengumumkan hasil The Best FIFA Football Awards 2025 pada Selasa (16/12/2025) malam waktu setempat.
Perhatian pecinta sepak bola Tanah Air tertuju pada penetapan pemenang FIFA Puskas Award 2025 untuk gol paling spektakuler sepanjang musim.
Penghargaan ini sempat menghadirkan harapan publik Indonesia karena kapten Persija Jakarta sekaligus bek Timnas Indonesia, Rizky Ridho, masuk dalam daftar nominasi elite tingkat dunia.
Namun, posisi tiga besar FIFA Puskás Award 2025 akhirnya ditempati Santiago Montiel dari Independiente, Declan Rice dari Arsenal, dan Lamine Yamal dari Barcelona.
Proses penentuan pemenang telah dimulai sejak 13 November 2025 ketika FIFA membuka pemungutan suara publik untuk memilih satu dari 11 gol terbaik dari berbagai kompetisi global.
Seluruh gol kandidat dinilai berdasarkan periode 11 Agustus 2024 hingga 2 Agustus 2025 dalam penghargaan tahunan yang didedikasikan untuk legenda Hungaria, Ferenc Puskás.
Nama Rizky Ridho masuk nominasi berkat gol jarak jauhnya saat Persija Jakarta menghadapi Arema FC dalam lanjutan Liga 1 Indonesia pada 9 Maret 2025.
Pada menit ke-61 detik ke-33, Ridho memulai aksi dari dekat area sudut pertahanan sendiri sebelum terlibat kombinasi umpan dan berlari menembus setengah lapangan lawan.
Sepuluh detik berselang, ia melepaskan tembakan jarak jauh yang melambung melewati kiper dan menukik masuk tepat di bawah mistar, meski Persija harus mengakhiri laga dengan kekalahan 1–3.
Santiago Montiel
Berdasarkan rilis resmi FIFA, Santiago Montiel ditetapkan sebagai pemenang FIFA Puskás Award 2025 dengan total 21 poin gabungan.
Montiel meraih 13 poin dari panel juri dan 8 poin dari suara penggemar, unggul atas Declan Rice yang mengoleksi 17 poin.
Rice berada di posisi kedua dengan kontribusi 6 poin panelis dan 11 poin penggemar berkat gol tendangan bebasnya di Liga Champions.
Lamine Yamal juga mengumpulkan 17 poin, terdiri dari 8 poin panelis dan 9 poin penggemar, namun harus puas di peringkat ketiga karena kalah dalam jumlah suara publik.
FIFA menetapkan bahwa jika terjadi jumlah poin yang sama, peringkat akhir ditentukan berdasarkan suara terbanyak dari penggemar.
Gol kemenangan Montiel tercipta pada 11 Mei 2025 saat Independiente menghadapi Independiente Rivadavia di kompetisi kasta tertinggi Argentina.
Berawal dari bola sapuan yang jatuh di luar kotak penalti, Montiel menyambar bola dengan tendangan salto dalam posisi membelakangi gawang.
Gol tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan dan disebut banyak pengamat sebagai salah satu gol paling estetis dalam satu dekade terakhir.
Sementara itu, gol Declan Rice terjadi saat Arsenal berhadapan dengan Real Madrid pada 8 April 2025 di ajang UEFA Champions League.
Setelah mencetak gol tendangan bebas pertamanya, Rice kembali maju sebagai eksekutor dan melepaskan tembakan melengkung keras ke sudut atas gawang.
Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, tak mampu menjangkau bola yang melesat presisi ke pojok gawang.
Lamine Yamal melengkapi daftar tiga besar lewat gol indahnya dalam laga Espanyol kontra Barcelona pada 15 Mei 2025 di La Liga.
Dengan gerakan khas memotong ke dalam, Yamal melepaskan tembakan kaki kiri melengkung ke sudut atas gawang lawan.
Gol tersebut menjadi pembuka kemenangan 2–0 yang memastikan gelar La Liga bagi Barcelona.
Meski gagal menjadi pemenang, keberhasilan Rizky Ridho menembus nominasi FIFA Puskás Award 2025 tetap menjadi tonggak sejarah penting bagi sepak bola Indonesia di panggung dunia.***