JAKARTA – Kalau mendengar kuliner Betawi, kebanyakan orang pasti langsung teringat kerak telor, soto Betawi, atau nasi uduk. Padahal, masih banyak hidangan khas Betawi yang tak kalah lezat, tetapi kini mulai sulit ditemukan. Seiring berkembangnya kota Jakarta, beberapa makanan tradisional ini perlahan semakin langka karena jumlah pembuatnya yang terus berkurang.
- 1. Sayur Babanci, Hidangan Tanpa Babat yang Kaya Rempah
- 2. Gabus Pucung, Si Hitam yang Bikin Ketagihan
- 3. Sengkulun, Kue Tradisional yang Mulai Terlupakan
- 4. Sayur Besan, Simbol Kehangatan Dua Keluarga
- 5. Dodol Betawi, Warisan yang Dibuat Beramai-ramai
- 6. Kue Geplak Betawi, Manis dengan Tekstur Renyah
- 7. Kue Rangi, Jajanan Sederhana yang Mulai Langka
- Menjelajahi Betawi Lewat Cita Rasanya
Kalau kamu ingin mengenal cita rasa asli Betawi lebih dalam, deretan kuliner berikut wajib masuk daftar yang harus dicoba.
1. Sayur Babanci, Hidangan Tanpa Babat yang Kaya Rempah
Meski namanya mengandung kata “babanci”, makanan ini sama sekali tidak menggunakan babat. Nama tersebut justru merujuk pada hidangan yang dianggap “tidak memiliki identitas pasti” karena bukan gulai, bukan kari, dan bukan pula soto.
Sayur Babanci memiliki kuah santan yang gurih dengan perpaduan puluhan rempah, seperti kapulaga, temu mangga, kedaung, hingga bangle. Biasanya, hidangan ini disajikan bersama daging sapi dan ketupat, serta sering hadir dalam perayaan adat Betawi. Sayangnya, kini hanya sedikit rumah makan yang masih menyajikannya.
2. Gabus Pucung, Si Hitam yang Bikin Ketagihan
Kalau melihat kuahnya untuk pertama kali, kamu mungkin akan mengira hidangan ini gosong. Padahal, warna hitam pekat pada Gabus Pucung berasal dari buah kluwek yang memberikan cita rasa gurih sekaligus sedikit earthy.
Ikan gabus menjadi bintang utama dalam hidangan ini. Dagingnya yang lembut berpadu dengan kuah kaya rempah menciptakan rasa yang unik dan sulit ditemukan pada masakan lain. Dahulu, Gabus Pucung sering disajikan dalam acara keluarga Betawi, namun kini keberadaannya semakin langka.
3. Sengkulun, Kue Tradisional yang Mulai Terlupakan
Sekilas, Sengkulun memang terlihat seperti kue lapis. Namun, teksturnya lebih kenyal karena dibuat dari tepung ketan, santan, dan gula merah.
Kue tradisional ini biasanya disajikan saat Lebaran atau acara adat Betawi. Rasanya manis dengan aroma santan yang khas, cocok disantap bersama secangkir teh hangat. Kini, Sengkulun lebih banyak dijumpai di festival budaya atau pasar tradisional tertentu.
4. Sayur Besan, Simbol Kehangatan Dua Keluarga
Sesuai namanya, Sayur Besan dahulu menjadi menu wajib dalam prosesi pernikahan adat Betawi sebagai simbol hubungan baik antara dua keluarga yang dipersatukan.
Keunikan hidangan ini terletak pada penggunaan tebu telur, yaitu batang muda tanaman talas yang dipadukan dengan ebi, santan, dan berbagai rempah. Karena bahan utamanya kini cukup sulit ditemukan, Sayur Besan pun semakin jarang disajikan.
5. Dodol Betawi, Warisan yang Dibuat Beramai-ramai
Berbeda dengan dodol yang diproduksi secara modern, Dodol Betawi masih mempertahankan cara memasak tradisional menggunakan kuali besar dan kayu bakar. Proses pembuatannya bahkan bisa memakan waktu berjam-jam dan dilakukan secara gotong royong.
Tak hanya menghasilkan rasa manis yang legit, tradisi membuat dodol juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat Betawi yang masih dipertahankan hingga sekarang.
6. Kue Geplak Betawi, Manis dengan Tekstur Renyah
Berbeda dengan geplak khas Yogyakarta yang berbahan kelapa, Geplak Betawi terbuat dari tepung beras yang digoreng hingga renyah, lalu dilapisi gula merah cair.
Rasanya manis dengan tekstur garing yang membuatnya cocok dijadikan camilan. Sayangnya, jajanan ini kini semakin sulit ditemukan dan biasanya hanya muncul di acara budaya atau sentra kuliner Betawi.
7. Kue Rangi, Jajanan Sederhana yang Mulai Langka
Meski masih bisa ditemukan di beberapa sudut Jakarta, penjual Kue Rangi kini jumlahnya semakin sedikit. Padahal, jajanan ini memiliki cita rasa yang khas.
Terbuat dari campuran tepung sagu dan kelapa parut yang dipanggang dalam cetakan khusus, Kue Rangi disajikan dengan siraman saus gula merah yang kental. Perpaduan rasa gurih dan manis membuat camilan ini tetap menjadi favorit bagi pencinta kuliner tradisional.
Menjelajahi Betawi Lewat Cita Rasanya
Mencicipi kuliner khas Betawi bukan hanya soal menikmati makanan, tetapi juga mengenal sejarah dan budaya yang telah diwariskan selama ratusan tahun. Di balik setiap hidangan tersimpan cerita tentang tradisi, kebersamaan, hingga filosofi hidup masyarakat Betawi.
Kalau berkesempatan berkunjung ke Jakarta, jangan hanya berburu kuliner yang populer. Cobalah mencari hidangan-hidangan Betawi yang mulai langka ini. Selain memanjakan lidah dengan cita rasa autentik, kamu juga ikut mendukung upaya pelestarian kekayaan kuliner Nusantara agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.