JAKARTA – Russell Westbrook resmi mengakhiri perjalanan panjangnya di NBA pada usia 37 tahun setelah tampil selama 18 musim di kompetisi bola basket Amerika Serikat.
Keputusan tersebut diumumkan melalui sebuah video sinematik di media sosial yang menghadirkan aktor Michael B. Jordan sebagai narator.
Pengumuman itu terasa mengejutkan karena Westbrook sebelumnya masih diperkirakan melanjutkan kariernya untuk musim NBA ke-19.
Video berjudul The Museum of Unspoken Answers menampilkan perjalanan karier Westbrook melalui rangkaian kenangan, ekspresi, dan cuplikan pencapaian.
Westbrook tidak menyampaikan pernyataan panjang secara langsung, sementara pesan perpisahannya disampaikan melalui narasi dan bahasa visual dalam video tersebut.
Mengutip laporan Newsweek, Kamis (13/8/2026) dalam keterangan video, Westbrook menulis, “Terkadang, kamu bahkan tidak tahu bahwa kamu sudah menyaksikan akhirnya, sampai semuanya benar-benar berakhir.”
Kalimat tersebut mempertegas suasana perpisahan yang sengaja dibuat penuh teka-teki dan berbeda dari pengumuman pensiun atlet pada umumnya.
Michael B. Jordan kemudian menutup video dengan pesan, “Dia tidak mengatakan sepatah kata pun, tetapi entah bagaimana aku memahami semuanya.”
Pengumuman itu sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai masa depan Westbrook yang sempat dikaitkan dengan kemungkinan tetap bermain di NBA atau mencoba pengalaman baru di luar Amerika Serikat.
Selama 18 musim, Westbrook membangun reputasi sebagai salah satu pemain paling eksplosif dengan kemampuan mencetak angka, merebut rebound, dan memberikan assist secara konsisten.
Puncak kariernya terjadi pada 2017 ketika ia dinobatkan sebagai MVP NBA setelah mencatat rata-rata triple-double sepanjang satu musim.
Westbrook juga menjadi pemain pertama sejak Oscar Robertson yang mampu membukukan rata-rata triple-double dalam satu musim NBA.
Prestasi tersebut kemudian kembali ia ulangi beberapa kali sehingga triple-double menjadi salah satu identitas terbesar dalam perjalanan kariernya.
Westbrook mengakhiri karier dengan rekor triple-double terbanyak sepanjang sejarah NBA, sebuah pencapaian yang menjadi bagian penting dari warisannya.
Ia juga mengoleksi sembilan penampilan All-Star, sembilan penghargaan All-NBA, serta medali emas Olimpiade bersama Amerika Serikat.
Meski memiliki deretan statistik luar biasa, Westbrook tidak pernah mengangkat trofi juara NBA sepanjang kariernya.
Peluang terdekat datang pada 2012 ketika Oklahoma City Thunder melaju ke Final NBA dengan Westbrook, Kevin Durant, dan James Harden sebagai bagian penting tim.
Namun, Thunder akhirnya kalah dari Miami Heat yang diperkuat LeBron James, Dwyane Wade, dan Chris Bosh.
Setelah menghabiskan sebagian besar awal karier bersama Thunder, Westbrook kemudian memperkuat sejumlah tim NBA dalam fase akhir perjalanannya.
Ia pernah bermain untuk Washington Wizards, Houston Rockets, Los Angeles Lakers, Los Angeles Clippers, Denver Nuggets, dan Sacramento Kings.
Dalam beberapa musim terakhir, perannya berubah dari pemain utama menjadi pemain yang lebih sering keluar dari bangku cadangan.
Meski demikian, energi, agresivitas, atletisme, dan gaya bermain tanpa kompromi membuat Westbrook tetap menjadi salah satu figur paling mudah dikenali di generasinya.
ESPN melaporkan bahwa Westbrook masih memperoleh tawaran untuk melanjutkan kariernya, tetapi ia memilih meninggalkan olahraga tersebut berdasarkan keputusan dan waktunya sendiri.
Pensiunnya Westbrook kini menutup salah satu kisah paling unik dalam sejarah NBA modern dan membuka babak baru bagi pemain yang dikenal luas dengan julukan “Brodie”.
Dengan pencapaian MVP, sembilan All-Star, rekor triple-double, dan status anggota NBA 75th Anniversary Team, peluang Westbrook menuju Basketball Hall of Fame dinilai sangat kuat.***



