JAKARTA – Kementerian Pertahanan menilai peningkatan kapasitas pribadi wartawan menjadi faktor krusial dalam menjaga keselamatan selama bertugas di zona konflik. Salah satu aspek penting yang ditekankan adalah penguasaan bahasa lokal dan teknologi peliputan yang aman.
Kolonel Inf Eko Pramono menyebut kemampuan berbahasa lokal dapat membantu wartawan membangun kepercayaan dengan masyarakat setempat sekaligus meminimalkan risiko kesalahpahaman yang berpotensi berujung ancaman.
“Kemampuan bahasa lokal menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan, mempermudah navigasi, serta meningkatkan keamanan selama bertugas,” kata Kolonel Eko.
Selain itu, penguasaan teknologi peliputan juga dinilai tidak kalah penting. Wartawan disarankan menggunakan perangkat ringan yang tahan kondisi ekstrem serta menyiapkan sistem komunikasi cadangan untuk situasi darurat.
Ia juga menyoroti pentingnya keamanan digital di wilayah konflik. Penggunaan enkripsi data dan jaringan virtual pribadi dinilai perlu untuk melindungi informasi sensitif dari pengawasan atau peretasan pihak tidak bertanggung jawab.
Menurutnya, ancaman terhadap wartawan tidak hanya datang dari kekerasan fisik, tetapi juga dari serangan siber yang dapat membahayakan keselamatan jurnalis maupun narasumber.