Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengubah sistem penjualan tiket Planetarium Jakarta di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM). Jika sebelumnya tiket hanya bisa dibeli secara daring, kini masyarakat juga dapat membeli tiket langsung di lokasi.
Kebijakan ini diambil menyusul banyaknya keluhan pengunjung yang gagal mendapatkan tiket, terutama di tengah lonjakan kunjungan selama libur Natal dan Tahun Baru.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, Pemprov DKI membagi kuota tiket menjadi dua jalur, yakni 50 persen untuk pembelian online dan 50 persen untuk pembelian langsung di tempat.
“Banyak warga yang sudah datang dari berbagai daerah, tetapi tidak kebagian tiket karena sistem sebelumnya hanya online. Karena itu kami putuskan separuh kuota dijual langsung di lokasi,” ujar Pramono di Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025).
Bagi masyarakat yang memilih pembelian daring, tiket Planetarium Jakarta tetap tersedia melalui platform Loket.
Pramono menuturkan, antusiasme pengunjung Planetarium tidak hanya datang dari Jakarta, tetapi juga dari wilayah penyangga seperti Depok, Bekasi, dan Tangerang. Oleh sebab itu, sistem penjualan ganda dinilai lebih adil dan ramah bagi masyarakat yang sudah datang langsung ke lokasi.
“Banyak yang datang dari Depok, Bekasi, dan Tangerang. Mereka berharap tidak semua tiket hanya lewat online. Maka sistemnya kami buat seimbang,” katanya.
Planetarium Jakarta sendiri resmi kembali dibuka pada Selasa (23/12/2025) setelah lebih dari 13 tahun tutup sejak 2012. Fasilitas edukasi antariksa yang digagas Gubernur DKI Jakarta ke-7 Ali Sadikin itu langsung diserbu pengunjung, seiring momentum libur akhir tahun.
Sebagai bagian dari pembukaan kembali, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan akses gratis selama tiga bulan khusus bagi pelajar, sebagai upaya mendorong minat belajar sains dan astronomi di kalangan generasi muda.