Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan serangan terhadap sejumlah lokasi di Venezuela, termasuk ibu kota Caracas dan fasilitas militer. Informasi ini disampaikan sejumlah pejabat Amerika Serikat kepada mitra BBC di AS, CBS News. Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi.
Pemerintah Venezuela mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk “agresi militer”. Presiden Nicolás Maduro langsung menetapkan status darurat nasional menyusul serangan tersebut.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan api dan asap membumbung tinggi di atas langit Caracas. Suasana mencekam juga dirasakan langsung oleh warga setempat. Seorang saksi mata kepada BBC mengaku sangat ketakutan saat ledakan terjadi.
“Jantung saya berdegup kencang dan kaki saya gemetar,” ujarnya.
Koresponden BBC, Will Grant, melaporkan bahwa perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela. Jurnalis Vanessa Silva, yang tinggal di Caracas, mengatakan dirinya melihat langsung ledakan dari jendela rumahnya.
Menurut Silva, suara ledakan terdengar sangat keras, bahkan “lebih kuat dari suara guntur”, hingga membuat rumahnya bergetar. Letak Caracas yang berada di sebuah lembah membuat suara tersebut bergema ke seluruh penjuru kota.
“Jantung saya berdegup kencang dan kaki saya gemetar,” katanya, menegaskan betapa dekatnya ledakan tersebut. Meski demikian, ia menilai serangan itu tampak sangat terarah dan presisi.
Setelah ledakan, kota kini berada dalam keadaan relatif sunyi. Namun, warga masih saling menghubungi dengan panik untuk memastikan kondisi satu sama lain. Salah satu kerabat Silva mengaku melihat sesuatu jatuh dari langit, dan sekitar sepuluh detik kemudian terdengar serta terlihat ledakan besar.