Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilainya berjalan lancar dan telah memberi manfaat nyata bagi puluhan juta anak di seluruh Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa program MBG tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jangka panjang yang sangat besar. Ia menyebut hasil kajian lembaga internasional ternama sebagai penguat kebijakan tersebut.
“Ahli dari Amerika, dari Rockefeller Institute, datang ke Indonesia. Mereka melihat proyek kita dan menyampaikan langsung kepada saya di Istana Merdeka. Menurut mereka, ini adalah investasi terbaik,” ujar Prabowo.
Presiden menjelaskan, berdasarkan perhitungan Rockefeller Institute, setiap satu rupiah yang diinvestasikan untuk program makan bergizi gratis berpotensi menghasilkan dampak ekonomi berlipat.
“Satu rupiah investasi kepada makan bergizi gratis, menurut Rockefeller Institute, akan menghasilkan pelipatan nilai ekonomi 5 kali sampai 35 kali. Ini mereka yang bicara, saya tidak mengejar itu. Saya hanya didorong oleh tidak sampai hati saya, melihat anak-anak Indonesia kurang gizi,” ujar Presiden Prabowo.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa dorongan utama pelaksanaan program tersebut bukan semata pertimbangan ekonomi, melainkan alasan kemanusiaan. Ia mengaku tidak tega melihat masih banyak anak Indonesia yang mengalami kekurangan gizi.
Menurut Prabowo, bagi masyarakat yang sudah mapan, makan bergizi mungkin bukan persoalan besar. Namun bagi jutaan anak di berbagai daerah, makanan bergizi merupakan kebutuhan mendasar yang menentukan masa depan mereka.
“Untuk mereka yang kaya, untuk mereka yang sudah mapan, ya tidak penting. Tapi untuk anak-anak di banyak daerah makan bergizi itu sangat-sangat penting. Tiap kali saya keliling daerah, saya sedih. Karena walaupun ada yang teriak, terima kasih Pak MBG. Saya maju lagi 5 meter, ada yang bilang, kapan Pak kami terima MBG. Karena walaupun luar biasa, saya terima kasih kepada BGN,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG. Ia mengungkapkan bahwa jumlah penerima manfaat terus bertambah secara signifikan.
“Dan saya diberi laporan hari ini, sudah mencapai lebih dari 51 juta penerima manfaat MBG. Benar Pak Dadan? Oh, sudah 55? Saya kira 51, 55 juta. Hari ini sudah 55 juta. 55 juta penerima manfaat Indonesia, (2:24) berarti itu sama dengan memberi makan 8 kali Singapura. Tiap hari kita beri makan 55 juta,” kata Prabowo, sambil mengonfirmasi langsung data tersebut di hadapan hadirin.
Prabowo juga membandingkan capaian Indonesia dengan negara lain. Ia menyebut Presiden Brasil pernah menyampaikan bahwa negaranya membutuhkan waktu 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat dalam program serupa.
“Kita mencapai 55 juta dalam satu tahun. Karena kita mulai tanggal 6 Januari 2024,” tegas Prabowo, disambut tepuk tangan hadirin.
Presiden menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis agar dapat dinikmati secara merata oleh seluruh anak Indonesia, sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia bangsa.
