Rudi Darmoko, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Kapolda NTT), mengonfirmasi penemuan satu jenazah korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakina di perairan Labuan Bajo. Jenazah tersebut ditemukan oleh nelayan pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 14.30 WITA, dilansir dari CNN Indonesia.
“Iya, benar, ditemukan satu jenazah,” ujar Rudi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Ditemukan Bersama Bangkai Kapal
Kepala Bidang Humas Polda NTT, Henry Novika Chandra, menjelaskan bahwa penemuan jenazah tersebut dilakukan bersamaan dengan ditemukannya bangkai KM Putri Sakina di Perairan Pedde, Pulau Komodo, Kecamatan Komodo.
“Jenazah ditemukan di dalam bangkai kapal. Saat ini proses evakuasi sedang berlangsung dan korban akan dibawa ke Labuan Bajo untuk dilakukan identifikasi,” ujar Henry kepada CNNIndonesia.com.
Penemuan tersebut bermula dari laporan nelayan setempat yang kemudian ditindaklanjuti oleh tim SAR gabungan. Setelah melakukan penyisiran di lokasi, petugas berhasil mengevakuasi satu jenazah dari dalam badan kapal.
Jenazah selanjutnya akan ditangani oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda NTT guna memastikan identitas korban.
Satu Korban Masih Hilang
Dengan temuan terbaru ini, jumlah korban meninggal dunia bertambah, sementara satu korban lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian intensif.
Sebelumnya, kapal wisata KM Putri Sakina yang membawa 11 orang—terdiri dari empat anak buah kapal (ABK) dan tujuh penumpang, termasuk enam warga negara Spanyol dan satu pemandu wisata WNI—tenggelam di perairan Pulau Padar pada Jumat (26/12/2025) malam.
Dalam insiden tersebut, tujuh orang berhasil diselamatkan, sementara empat lainnya dinyatakan hilang. Tim SAR gabungan kemudian menemukan:
-
Satu korban meninggal dunia pada Senin (29/12/2025), seorang perempuan WN Spanyol
-
Satu korban meninggal lainnya pada Minggu (4/1/2026) yang teridentifikasi sebagai Fernando Martin Carreras, pelatih tim sepak bola Valencia CF
Penemuan jenazah pada Selasa ini menjadi korban meninggal ketiga dari tragedi tersebut.
Pencarian Dilanjutkan dengan Teknologi Bawah Laut
Untuk mempercepat pencarian satu korban terakhir yang masih hilang, Polri bersama tim SAR gabungan mengerahkan teknologi sonar system dan drone bawah air, mengingat kondisi bangkai kapal berada di dasar laut dengan arus yang cukup kuat.
Pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban ditemukan, sembari menunggu hasil identifikasi resmi terhadap jenazah terbaru yang dievakuasi ke Labuan Bajo