BANTEN – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Provinsi Banten mulai menunjukkan percepatan signifikan setelah hampir separuh dari target koperasi yang direncanakan kini telah beroperasi di berbagai wilayah.
Pemerintah Provinsi Banten mengungkapkan bahwa ratusan koperasi sudah menjalankan aktivitas pelayanan masyarakat, termasuk sebagian di antaranya yang telah memiliki gerai aktif untuk memenuhi kebutuhan pokok warga.
Gubernur Andra Soni menyebutkan capaian operasional KDMP di wilayahnya telah mendekati 50 persen dari total target yang ditetapkan pemerintah.
Sebanyak 695 unit KDMP dari target keseluruhan 1.551 koperasi di Banten dilaporkan sudah mulai berjalan dan melayani masyarakat di tingkat desa maupun kelurahan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 155 koperasi telah memiliki gerai aktif yang beroperasi secara langsung untuk mendukung distribusi kebutuhan masyarakat.
“Hari ini (kemarin), Bapak Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasional 1.061 KDMP.”
“Alhamdulillah di Provinsi Banten juga menjadi bagian dari 1.061 ini, di Banten sendiri ada 695 KDMP yang telah beroperasi,” ujar Andra Soni di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Sabtu, 16 Mei 2026.
Pemerintah Provinsi Banten kini menargetkan penambahan jumlah gerai aktif hingga Agustus 2026 guna memperkuat layanan koperasi di tingkat akar rumput.
Langkah percepatan tersebut dinilai penting untuk mendukung distribusi bahan pokok, penguatan ekonomi desa, hingga memperluas akses usaha masyarakat melalui koperasi.
Sementara itu, Bupati Maesyal Rasyid menyampaikan bahwa Kabupaten Tangerang secara resmi meluncurkan operasional 250 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak bertepatan dengan agenda peresmian nasional oleh Presiden RI.
Pemerintah Kabupaten Tangerang juga mendorong keterlibatan sektor swasta dalam memperkuat permodalan koperasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Menurut Maesyal, dukungan tersebut telah menjangkau 246 desa dan 28 kelurahan dengan nilai kemitraan mencapai Rp27,4 miliar.
“Sesuai arahan Bapak Gubernur, kami menggandeng CSR dan pihak ketiga. Sebanyak 246 desa dan 28 kelurahan telah mendapatkan dukungan dengan total nilai mencapai Rp27,4 miliar,” kata dia.
Dari total 274 desa dan kelurahan yang tersebar di Kabupaten Tangerang, sebanyak 250 koperasi disebut sudah aktif melayani masyarakat secara penuh.
Sedangkan 24 koperasi lainnya masih menjalani proses pembinaan intensif oleh dinas terkait agar dapat segera beroperasi secara mandiri.
Pemerintah daerah memastikan pendampingan terhadap koperasi yang belum aktif akan terus dilakukan dalam waktu dekat demi mengejar target operasional penuh di seluruh wilayah.
Di sisi lain, persoalan distribusi pasokan sembako dari distributor masih menjadi tantangan utama yang dihadapi sejumlah pengelola koperasi desa dalam menjaga stabilitas operasional gerai.***



