JAKARTA – Arsenal berpeluang mendapatkan pemasukan tambahan setelah AS Monaco memastikan Folarin Balogun masuk rencana penjualan pada Januari 2027.
Rencana tersebut membuka peluang bagi Arsenal menerima dana dari klausul penjualan kembali yang masih melekat dalam transfer Balogun.
Balogun sebelumnya hampir kembali ke Liga Inggris setelah Everton menyepakati transfer senilai £40 juta atau sekitar Rp950,7 miliar dengan Monaco.
Namun, kesepakatan itu gagal terealisasi pada menit-menit terakhir sebelum bursa transfer musim panas ditutup.
Situasi tersebut muncul setelah Balogun disebut tidak nyaman dengan proses transfer dan merasa Everton bergerak tanpa keterbukaan kepadanya.
Presiden Monaco Thiago Scuro kemudian mengungkapkan adanya persoalan setelah proses kepindahan Balogun ke Everton batal.
“Balogun mengatakan bahwa dia tidak merasa baik karena cara klub memperlakukannya,” kata Scuro kepada wartawan seperti dikutip Evening Standard, Jumat.
“Dia tidak merasa baik karena departemen medis Everton menimbulkan keraguan mengenai masa depan atau kondisi kesehatannya.”
“Saya tidak memiliki masalah medis apa pun, jadi saya tidak nyaman untuk menandatangani kontrak jangka panjang di sini,” ujar Scuro mengutip pernyataan Balogun.
Monaco Siapkan Penjualan Januari
Monaco kini mengarahkan Balogun menuju pintu keluar setelah penyerang berusia 25 tahun itu belum tampil pada musim 2026/2027.
Balogun melewatkan enam pertandingan Monaco karena cedera lutut dan masih menunggu keputusan pelatih Filipe Luis terkait kemungkinan tampil melawan Lens.
Scuro menyebut Monaco memiliki rencana mencari klub baru untuk Balogun pada bursa transfer Januari mendatang.
Rencana awalnya adalah mencari solusi untuk Balogun,” ujar Scuro kepada RMC Sport.
“Jika kami menemukan solusi itu, Monaco bisa mempertahankan Lamine dan Golovin hingga akhir musim.”
Scuro menambahkan bahwa rencana tersebut menjadi skenario ideal, meski keputusan akhir tetap bergantung pada perkembangan bursa transfer musim dingin.
Arsenal Pegang Klausul 17,5 Persen
Arsenal tidak memasukkan klausul pembelian kembali ketika melepas Balogun ke Monaco pada 2023 dengan nilai transfer sekitar £34,2 juta atau setara sekitar Rp813,1 miliar.
Namun, Arsenal memasukkan klausul sell-on sebesar 17,5 persen dalam kesepakatan transfer Balogun menuju klub Ligue 1 tersebut.
Artinya, Arsenal berhak memperoleh 17,5 persen dari nilai transfer apabila Monaco menjual Balogun ke klub lain.
Jika Balogun kembali dilepas dengan nilai £40 juta seperti kesepakatan bersama Everton, bagian Arsenal secara teoritis mencapai £7 juta.
Dengan kurs 18 September 2026, £7 juta tersebut bernilai sekitar Rp166,4 miliar sebelum memperhitungkan ketentuan kontrak lainnya.
Klausul tersebut membuat perkembangan masa depan Balogun di Monaco tetap berkaitan langsung dengan peluang Arsenal memperoleh pemasukan tambahan.
Balogun sendiri merupakan produk akademi Arsenal dan meninggalkan klub London tersebut setelah menjalani sejumlah masa peminjaman.
Pada musim 2022/2023, ia mencuri perhatian saat memperkuat Reims dengan torehan 22 gol dalam 39 pertandingan.
Monaco kemudian merekrutnya pada 2023 dengan nilai awal £25,7 juta atau sekitar Rp611,3 miliar.
Kesepakatan tersebut berpotensi meningkat hingga £34,3 juta atau sekitar Rp815,4 miliar setelah tambahan tertentu, sekaligus mencantumkan klausul penjualan kembali 17,5 persen.
Kini, fokus Arsenal bukan lagi mendapatkan Balogun kembali, melainkan memantau kemungkinan transfer berikutnya yang dapat mengaktifkan klausul keuntungan tersebut.
Jika Monaco menemukan pembeli pada Januari, Arsenal berpotensi menerima bagian dari transaksi sesuai persentase yang disepakati dalam kontrak 2023.***