PHILADELPHIA – LeBron James mendapat pemasukan besar di luar lapangan setelah menjalin kerja sama baru dengan platform prediction market Polymarket.
Menurut laporan Front Office Sports, James menerima bayaran sekitar US$15 juta per tahun atau setara Rp265,44 miliar.
Angka tersebut jauh melampaui pendapatan tahunannya bersama Philadelphia 76ers pada musim 2026-27.
James hanya menerima sekitar US$3,9 juta atau sekitar Rp69,01 miliar dari kontraknya bersama 76ers musim depan.
Artinya, pemasukan James dari Polymarket mencapai hampir empat kali lipat dibandingkan gaji yang diterimanya sebagai pemain NBA.
Kontrak James bersama 76ers berdurasi dua tahun dengan nilai US$8 juta atau sekitar Rp141,57 miliar.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada akhir Juli setelah James memasuki fase akhir kariernya di NBA.
Sementara itu, kerja sama dengan Polymarket dipastikan bukan berupa kepemilikan saham atau investasi James di perusahaan tersebut.
Front Office Sports melaporkan James berstatus sebagai endorser dan bertugas membantu mempromosikan merek Polymarket.
Fokus promosi James juga bukan basket, melainkan olahraga sepak bola yang menjadi sasaran utama kampanye terbaru Polymarket.
Durasi pasti kerja sama tersebut belum diungkap kepada publik hingga laporan terbaru diterbitkan.
Namun, sumber Front Office Sports menyebut kerja sama itu berlangsung secara berkelanjutan dengan sejumlah kewajiban promosi.
Tugas tersebut antara lain mencakup unggahan media sosial, konten digital, serta materi promosi lainnya.
Kemitraan ini menjadi langkah baru James setelah kerja samanya dengan DraftKings berakhir pada musim panas tahun ini.
Sebelumnya, James juga menjadi bagian dari kampanye DraftKings sebelum kemudian beralih ke Polymarket.
James mulai memperkenalkan hubungan barunya dengan Polymarket melalui unggahan media sosial pada awal September.
Unggahan tersebut menjadi pembuka kampanye yang kemudian dikembangkan Polymarket dengan sejumlah figur terkenal.
Dalam salah satu materi iklan, James tampil bersama mantan bintang olahraga seperti Derek Jeter dan Eli Manning.
Keduanya disebut mendapatkan bayaran endorsement yang lebih kecil dibandingkan James dalam kampanye tersebut.
Beberapa nama lain juga muncul dalam materi promosi, termasuk Spike Lee, Reggie Bush, dan Alexandra Daddario.
Tidak semua figur yang tampil dalam iklan tersebut diketahui memiliki kontrak jangka panjang dengan Polymarket.
Sebagian disebut hanya menerima pembayaran untuk keterlibatan dalam satu materi iklan tertentu.
Besarnya nilai kontrak James memperlihatkan tingginya nilai komersial seorang atlet dengan basis penggemar global.
Pada saat bersamaan, industri prediction market tengah memperluas promosi ketika musim sepak bola Amerika memasuki periode penting.
Polymarket juga menghadapi persaingan dengan sejumlah platform lain yang agresif menggunakan atlet dan selebritas dalam kampanye mereka.
Kerja sama James dengan Polymarket tetap menjadi sorotan karena prediction market masih menghadapi perdebatan terkait aspek regulasi.
Dengan kontrak tersebut, James kini memperoleh pemasukan endorsement yang jauh lebih besar daripada gajinya sebagai pemain 76ers.***