JAKARTA – Cody Gakpo menjawab spekulasi transfer musim panas dengan performa impresif bersama Liverpool pada awal musim 2026/2027.
Winger asal Belanda itu menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam skuad Liverpool di bawah pelatih Andoni Iraola.
Gakpo tampil menentukan ketika Liverpool menyingkirkan Tottenham Hotspur 3-1 pada babak ketiga Carabao Cup di Anfield.
Dalam laga tersebut, Alexis Mac Allister membuka keunggulan Liverpool melalui tembakan keras dari luar kotak penalti.
Gakpo kemudian menggandakan keunggulan The Reds setelah turun minum melalui penyelesaian di dalam kotak penalti.
Tottenham sempat memperkecil skor lewat sundulan Conor Gallagher setelah memanfaatkan situasi bola mati.
Namun, Dominik Szoboszlai memastikan Liverpool melaju ke babak berikutnya lewat tembakan jarak jauh pada masa tambahan waktu.
Penampilan Gakpo semakin menarik perhatian karena sebelumnya namanya ramai dikaitkan dengan kepindahan dari Anfield.
Tottenham disebut menjadi salah satu klub yang menginginkan pemain berusia 27 tahun tersebut sepanjang bursa transfer musim panas.
Manchester City juga dikabarkan siap mengajukan tawaran lebih dari US$100 juta atau sekitar Rp1,78 triliun untuk mendapatkan Gakpo.
Namun, Liverpool akhirnya tidak membuka jalan bagi kepergian pemain tersebut setelah kebutuhan memperkuat sektor sayap kanan belum sepenuhnya terpenuhi.
Situasi itu membuat Gakpo tetap bertahan dan kini justru menunjukkan perkembangan penting dalam permainan Liverpool.
Mantan pemain Arsenal dan Chelsea, Emmanuel Petit, menilai respons Gakpo terhadap rumor transfer menjadi salah satu hal menarik pada awal musim.
“Tiba-tiba Cody Gakpo membuktikan betapa berharganya dia bagi Liverpool, dan saya sangat menyukai penampilannya dalam beberapa pertandingan terakhir,” kata Petit dikutip dari Liverpool.com.
Petit menilai rumor kepindahan justru tidak membuat Gakpo kehilangan kepercayaan diri atau tempatnya di skuad Liverpool.
“Ketika seorang pemain seperti Gakpo dikaitkan dengan kepindahan, dia bisa kehilangan kepercayaan diri dan tempat di tim, tetapi bursa transfer justru memberikan efek berbeda kepadanya.”
Menurut Petit, Gakpo memperlihatkan respons melalui performa dan kontribusi langsung di lapangan setelah melewati periode penuh spekulasi.
“Saya rasa dia tidak pernah ingin meninggalkan Liverpool, sementara sepanjang musim panas begitu banyak spekulasi mengenai dirinya.”
Petit menilai Gakpo seolah memberikan pesan kepada Liverpool bahwa dirinya masih ingin menjadi bagian penting dari proyek klub.
“Beberapa rekan setimnya juga menyampaikan hal serupa, bahwa dia harus mempertahankan tempatnya di Liverpool, dan kini dia menciptakan banyak assist untuk Alexander Isak.”
Statistik awal musim turut memperkuat perubahan peran Gakpo yang kini semakin produktif dalam skema permainan Liverpool.
Gakpo disebut telah mencetak dua gol dan memberikan empat assist pada awal era Iraola, dengan tiga assist ditujukan kepada Isak.
Koneksi Gakpo dan Isak pun mulai menjadi perhatian karena keduanya memiliki karakter berbeda yang dapat saling melengkapi di lini depan.
Isak memberikan ancaman melalui pergerakan dan penyelesaian akhir, sedangkan Gakpo mampu membuka ruang sekaligus menciptakan peluang.
Pada laga melawan Tottenham, Isak memang tidak menjadi starter dan baru masuk pada menit ke-86 saat Liverpool mempertahankan keunggulan.
Karena itu, potensi duet reguler Gakpo dan Isak masih membutuhkan pembuktian dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.
Petit bahkan melihat kombinasi keduanya berpeluang menjadi salah satu sumber kekuatan Liverpool dalam perburuan trofi musim ini.
“Akan menjadi kesalahan besar jika mereka menjualnya, dan saya pikir dia pemain bagus yang masih bisa berkembang.”
Petit juga menilai Gakpo masih memiliki ruang untuk meningkatkan kontribusinya bersama Liverpool.
“Dia bisa melakukan lebih banyak daripada yang sudah kita lihat, tetapi saya menyukai perjuangannya dalam menciptakan assist.”
Liverpool sendiri memastikan tiket ke babak keempat Carabao Cup setelah mengalahkan Tottenham di Anfield.
Kemenangan tersebut juga memperlihatkan kedalaman skuad Liverpool setelah Iraola melakukan banyak perubahan dalam susunan pemain.
Gakpo kini menghadapi peluang untuk mempertahankan momentum sekaligus membuktikan bahwa keputusan Liverpool mempertahankannya memiliki dampak besar.
Sementara itu, hubungan Gakpo dan Isak berpotensi menjadi salah satu kombinasi yang menarik untuk dipantau sepanjang musim.
Performa berikutnya akan menentukan sejauh mana duet tersebut benar-benar mampu menjadi mesin produktivitas Liverpool di berbagai kompetisi.***